Share

Materai Palsu Dijual Online Rp2.200, Negara Rugi Rp27,9 Miliar

Feby Novalius, Okezone · Rabu 20 Maret 2019 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 20 20 2032677 kerugian-negara-dari-materai-palsu-capai-rp27-9-miliar-8js1CHgJja.jpg Foto: Pengungkapan Kasus Materai Palsu (DJP)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak mengapresiasi kinerja Kepolisian yang berhasil melakukan pengungkapan perkara penerbitan dan pengedaran materai tempel palsu dengan total kerugian dan potensi kerugian negara mencapai Rp27,9 miliar.

Terkait kasus ini, Polda Metro Jaya telah mengamankan sembilan orang terduga pelaku dengan sejumlah barang bukti termasuk lebih dari 3 juta keping meterai tempel palsu nominal Rp6.000 yang dijual para pelaku secara online dengan harga Rp2.200 per keping. Komplotan ini diduga telah melakukan penjualan meterai palsu selama tiga tahun melalui blog dan toko online.

Baca Juga: Harga Lebih Murah, Waspadai Peredaran Meterai Palsu

Melansir keterangan Ditjen Pajak, Rabu (20/3/2019), para pelaku dijerat dengan Pasal 13 UU Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai jo Pasal 253 KUHP jo Pasal 257 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun dan/atau Pasal 3, 4, dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun, dan denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp15 miliar.

Baca Juga: Materai Palsu Rugikan Negara hingga Rp6,1 Miliar

Bea Meterai adalah pajak atas dokumen yang diatur dalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1986 pengelolaan benda meterai adalah kewenangan dan tanggung jawab dua pihak yaitu Perum Peruri sebagai pencetak benda meterai dan PT Pos Indonesia (Persero) sebagai pihak yang melakukan pengelolaan dan penjualan benda meterai.

Pemerintah mengimbau masyarakat yang memiliki atau menemukan informasi adanya indikasi peredaran meterai tidak sah agar dapat langsung mengadukan hal tersebut dengan menghubungi Kring Pajak 1500 200 atau melaporkan kepada Kantor Polisi terdekat.

Follow Berita Okezone di Google News

(fbn)

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini