nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bujuk Unicorn IPO, BEI Sudah Bertemu Go-Jek, Tokopedia dan Bukalapak

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 18:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 20 278 2032721 bujuk-unicorn-ipo-bei-sudah-bertemu-go-jek-tokopedia-dan-bukalapak-nq8GaoLE7t.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan pendekatan dengan para startup unicorn di Indonesia untuk mau melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Saat ini ada empat unicorn di Indonesia yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak.

Direktur Penilaian Perusahan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia menyatakan, pihaknya sudah bertemu dengan pihak Go-Jek pada 3 Maret 2018. Sedangkan dengan Tokopedia pada 19 Februari 2016 dan Bukalapak pada 11 Februari 2016.

"Jadi BEI sudah langsung menghubungi mereka (unicorn). Tapi tentu keputusannya di mereka, saat ini kita sedang menunggu mereka," ujar dia di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga: Perbanyak Unicorn, Ini Lembaga yang Cocok Kelola Dana Riset Abadi

Meski demikian, hingga saat para pihak startup dengan nilai valuasi diatas USD1 miliar itu, belum memberikan respons pada BEI. Padahal, kata Nyoman, BEI sudah merubah aturan untuk mempermudah unicorn agar go public.

Menurutnya, para unicorn tersebut perlu mempertimbangkan keputusan para pemegang saham untuk bisa melantai di BEI. Startup unicorn tentunya memiliki pendanaan dari banyak pemegang saham besar yang rata-rata berasal dari luar negeri.

"Keputusan IPO itu ini kan butuh persetujuan dari pemegang saham. Jadi IPO itu tergantung perusahaan apakah bermiat untuk segera atau ingin konsolidasi dahulu," kata dia.

Baca Juga: Fakta-Fakta Masuknya Investor Asing ke Unicorn RI demi Data Ekonomi

Adapun BEI telah melakukan perubahan peraturan 1-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham. Salah satu yang diubah adalah alternatif persyaratan aset berwujud bersih (net tangible assets) di Papan Pengembangan, berupa laba usaha dan kapitalisasi pasar, atau pendapatan usaha dan kapitalisasi pasar. Alternatif tersebut mendukung pencatatan saham perusahaan yang memiliki karakteristik tertentu, antara lain industri kreatif dan startup.

"BEI memastikan infrastruktur berupa peraturan sudah berikan ruang bagi mereka agar bisa tercatat di BEI tanpa terkendala. Jadi mengubah peraturan 1-A itu salah satu cara mengakomodasi unicorn. Pintu sudah kita berikan lebih dari satu, masuk lewat mana itu tergantung mereka," jelas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini