JAKARTA - Harga minyak mentah dunia bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena pasar memperkirakan peningkatan persediaan minyak Amerika Serikat (AS), dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengisyaratkan kemungkinan perpanjangan kesepakatan pengurangan produksi yang sedang berlangsung hingga paruh kedua tahun ini.
Baca Juga: Harga Minyak Naik karena Sinyal Pemangkasan Produksi OPEC
Patokan AS minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun USD0,06 menjadi menetap pada USD59,03 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, naik USD0,07 menjadi ditutup pada USD67,61 per barel di London ICE Futures Exchange, dilansir dari Antaranews, Rabu (20/3/2019).

Persediaan minyak mentah AS diperkirakan telah meningkat minggu lalu, menurut jajak pendapat terbaru Reuters. Perkiraan tersebut muncul sebelum data mingguan resmi stok minyak AS yang ditetapkan akan dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA).
OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, yang dikenal dengan OPEC+ telah mengisyaratkan bahwa akan mungkin untuk memperpanjang kesepakatan pengurangan pasokan yang sedang berlangsung sebesar 1,2 juta barel per hari, yang akan berakhir pada Juni, sesuai dengan kondisi pasar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.