Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menuju Indonesia Emas di 2045, Kepala BPPT: Pembangunan SDM Penting

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 20 Maret 2019 |11:59 WIB
Menuju Indonesia Emas di 2045, Kepala BPPT: Pembangunan SDM Penting
Foto: Kongres Teknologi Nasional
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menuliskan cita-citanya tentang Indonesia untuk 2015-2045 saat pertama kali menjabat sebagai kepala negara. Mantan Walikota Solo itu menginginkan jika Indonesia menjadi negara maju dengan Indonesia Emas.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan, untuk menuju Indonesia Emas salah satu pilar yang akan didorong adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Di samping memang penting juga pembangunan infrastruktur fisik

"Presiden (Jokowi) beberapa waktu lalu menuliskan impiannya 2015-2045 adalah Indonesia emas salah satu pilarnya adalah pembangunan SDM, " ujarnya dalam acara Kongres Teknologi Nasional (KTN) di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga: Ingat Perjuangan sang Ayah, Presiden Jokowi: Sopir Truk Profesi yang Mulia

Untuk BPPT sendiri lanjut Hammam, pihaknya menyiapkan pembangunan SDM yang berkelanjutan alias Sustainable Development Goals (SDG). Setidaknya ada 17 SDG yang disiapkan oleh pihaknya.

"BPPT sendiri sangat mendukung Indonesia emas ini dan mendorong SDG. Setidaknya ada 17 SDG," ucapnya.

Hammam melanjutkan, dengan pembangunan SDM maka dirinya optimis Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045 nanti. Apalagi, Indonesia memiliki bonus demografi seperti layaknya Jepang saat masih menjadi negara menengah.

Seperti diketahui, bonus demografi adalah penduduk dengan usia produktifnya lebih banyak. Indonesia sendiri saat ini mencapai kurang lebih 250 juta penduduk.

"Indonesia punya peluang karena Indonesia memiliki bonus demografi," ucapnya.

Baca Juga: Jokowi Resmi Naikan Gaji PNS

Menurutnya, bonus demografi ini harus benar-benar bisa dimanfaatkan oleh Indonesia. Karena jika bonus demografi ini habis maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menurun seperti halnya Korea Selatan.

"Berdasarkan negara lain kali negara yang mengalami bonus demografi yang habis itu ekonominya turun," ucapnya.

Saat ini, Indonesia masih berada di posisi negara dengan ekonomi menengah. Di mana GDP per Kapita Indonesia saat ini di kisaran USD3.876 per kapita. Sementara itu untuk menjadi negara maju syarat minimalnya GDP per kapita!ya adalah USD12.000.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement