nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menperin Janji Produk IKM Banjiri Pasar E-Commerce Indonesia

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 18:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 21 320 2033209 menperin-janji-produk-ikm-banjiri-pasar-e-commerce-indonesia-JINmAHv4nB.jpg Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Okezone)

BOGOR - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto menegaskan bahwa sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) mampu menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional. Hal tersebut dilihat dari kontribusinya yang cukup besar, mulai dari jumlah hingga penyerapan tenaga kerjanya.

"IKM sebagai bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga saat ini berjumlah sebanyak 4,4 juta unit usaha atau sekitar 99% dari seluruh unit usaha Industri di Indonesia, kata Airlangga, dalam acara e-Smart IKM 2019 bertema 'IKM Go Digital' di Kota Bogor, Kamis (21/3/2019).

Airlangga menambahkan, dari jumlah unit usaha tersebut, menyerap tenaga kerja sebanyak 10,5 juta orang atau 65% dari total tenaga kerja sektor industri keseluruhan. Ada empat aspek yang dapat membentuk IKM lebih berdaya saing di pasar global.

"Yaitu, mempunyai ciri khas produk, pengembangan produk dan SDM yang berkualitas, pemanfaatan era digital dan pola pemasaran yang baik," tambahnya.

Baca Juga: Bos Baidu Putuskan Pensiun Dini

Airlangga menjelaskan, dalam upaya peningkatan aspek ciri khas produk, salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Kemenperin adalah dengan pemberian penghargaan One Village One Product (OVOP).

"Ini sebuah program yang bertujuan mengembangkan produk unggulan khas daerah sehingga mampu menembus pasar global" ungkap Airlangga.

Aspek berikutnya, untuk pengembangan produk Kemenperin memfasilitasi untuk pemberian SNI, sertifikasi GMP, HACCP dan lainnya. Lalu untuk SDM berkualitas, Kemenperin memiliki program pengembangan SDM Industri yang meliputi; Pendidikan Vokasi Menuju Dual Sistem Model Jerman, Pembangunan Poltek/Akom di Kawasan Industri, Pembangunan Link and Match SMK dan Industri, Pendidikan dan Pelatihan Sistem 3 in 1, Sertifikat Kompetensi Tenaga Kerja Industri, dan Pengembangan SDM Menuju Industri 4.0.

"Sementara dalam pemanfaatan era digital, salah satunya adalah melalui penumbuhan startup pada bidang teknologi industri 4.0," jelasnya.

Baca Juga: RI Butuh 9 Juta SDM Digital Talent

Program Making Indonesia 4.0 Startup merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat menjadi stimulan munculnya ekosistem startup di bidang teknologi industri 4.0 serta mampu menciptakan produk yang membantu sektor industri meningkatkan efisiensi dalam hal biaya, energi, dan waktu.

Sedangkan, aspek terakhir adalah pola pemasaran yang baik. Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM yang mempertemukan IKM dengan marketplace untuk perluasan akses pasar, sehingga produk IKM tidak hanya offline namun juga online.

"Nantinya produk IKM dalam negeri akan dapat membajiri e-commerce Indonesia," pungkasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini