nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Pembangkit Listrik 'Tidur' di Pasuruan yang Siap Berikan Setrum

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 21:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 21 320 2033294 mengintip-pembangkit-listrik-tidur-di-pasuruan-yang-siap-berikan-setrum-QWCZ8RtYbF.jpg Foto: Okezone

PASURUAN - PT PLN (Persero) melalui anak usahanya PT Indonesia Power (IP) mempunyai pembangkit listrik yang 'tidur'. Namun pembangkit listrik ini menjadi kuncian jika sewaktu-waktu dibutuhkan seperti kebutuhan beban listrik naik maupun adanya pembangkit listrik yang sedang shut down.

Pembangkit listrik ini yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Grati di Pasuruan, Jawa Timur. PLTGU Grati ini memiliki tiga blok dengan kapasitas 3 x 450 megawatt (mw). Namun, sayangnya PLTGU Grati ini masih 'tidur' sebab kebutuhan akan listrik sudah dipenuhi oleh pembangkit listrik lainnya seperti PLTU.

Okezone berkesempatan mengunjungi dan melihat cara kerja PLTGU Grati ini. Untuk menghasilkan listrik, prosesnya cukup panjang yakni dimulai dari pengolahan gas dan tidak langsung dibuang, melainkan mengolahnya menjadi uap dengan mesin hit recovery steam generator (HRSG).

"Memanfaatkan gas buang dari PLTG. Kalau PLTG itu gas buang masih punya panas 500 derajat celcius, itu dimasukin ke HRSG. Maka panas tadi dimanfaatkan jadi uap. Nah dalam itu terdapat satu gas turbin dan menghasilkan steam untuk memutar turbin generator. Itu jadi listrik. Satu mesin steam turbin hasilkan listrik kurang lebih 160 mw," kata pekerja saat menjelaskan cara kerja PLGTU Grati di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (21/3/2019).

Baca Juga: PJB Bakal Operasikan 2 PLTU 3.000 Mw

Sementara itu GM PLGTU Grati Mulyadi mengatakan, saat ini daya terpasang PLGTU Grati sebagai sebesar 1.360 mw. Untuk memasuki PLTGU Grati ini tidak mudah, sebab memasuki kawasan milik TNI yang penjagaannya cukup ketat.

"Ini luas lahannya 72 hektare (ha). Masih separuhnya. Kita bisa bangun 2 blok lagi. Lahan ini sudah kita akuisisi tapi jalannya masih milik TNI," katanya.

Untuk pasokan gas ini kata Mulyadi masih kurang. Sebab saat ini pasokan gas hanya sebesar 65 BBTUD per day. Sementara untuk mengoperasikan secara penuh 3 blok PLTGU Grati dibutuhkan gas sekira 200 BBTUD per day.

"Gas BBTUD untuk pengoperasian, sisanya 15 BBTUD kadang kita compress gas untuk cadangan," ujarnya.

Baca Juga: Disumbang 16.000 Ton Sampah, 12 PLTSa Bakal Beroperasi di RI

Kendati demikian, pengoperasian PLTGU Grati secara penuh masih menunggu kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan industri dan penurunan harga gas, sehingga listrik dari PLTGU ini bisa dialirkan. Tercatat, harga gas sebesar USD6,5 hingga USD8 per mmbtu. Saat ini PLTGU hanya disiapkan untuk 'dibangunkan' untuk musim peaker (kebutuhan beban listrik meningkat).

"PLTGU ini dibutuhkan ketika ada kenaikan beban listrik. Apalagi PLTU masih banyak. Kita standby kapan dibutuhkan. Misalnya ada PLTU gangguan. Kita siap," ujarnya.

(fbn)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini