nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meleset dari Target, Tol Layang Jakarta Elevated Batal Digunakan Saat Lebaran 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 22 Maret 2019 12:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 22 470 2033512 meleset-dari-target-tol-layang-jakarta-elevated-batal-digunakan-saat-lebaran-2019-vB8ahY0DrX.jpeg Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono dalam Acara Hari Air Sedunia (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan jalan Tol Jakarta - Cikampek Elevated II tidak bisa digunakan pada mudik Lebaran 2019. Ini artinya pengoperasian tersebut meleset dari target yang semula dicanangkan jalan tol sepanjang 36,4 kilometer (km) ini bisa beroperasi secara fungsional pada musim mudik Lebaran 2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, molornya pengerjaan jalan tol ini mempertimbangkan faktor keselamatan. Apalagi di sekitar jalan tol tersebut ada pembangunan proyek lainnya seperti Light Rail Transit (LRT) Jabodebek hingga Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Enggak, dipastikan belum bisa. Dan saya tidak terlalu ngotot karena saya lihat risikonya terlalu tinggi kalau untuk mudik, apalagi hujan. Jadi mending kita safety first," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Baca Juga: Konstruksi Jalan Tol Manado-Bitung Seksi IIA Capai 80,2%

Basuki menambahkan jalan tol tersebut kemungkinan besar baru bisa rampung pada Juli 2019. Atau tepatnya seusai Lebaran, sebab demi keamanan pengerjaan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. "Targetnya Juni atau Juli, daripada terjadi yang tidak-tidak, lebih baik safety first," ucapnya

Meskipun begitu, lanjut Basuki, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kemacetan saat Lebaran. Misalnya adalah alat-alat konstruksi akan dibersihkan dan dirapihkan.

"Nanti pada saat Lebaran itu dibersihkan yang bagiah bawah, kembalikan jalurnya dulu. Jadi tidak mengejar fungsional. Itu sangat kecil dan pasti tidak bisa," beber Basuki.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum bisa memastikan apakah jalan tol ini bisa beroperasi pada Lebaran tahun ini. Bahkan dari pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sendiri belum ada pernyataan resmi terkait pengoperasian jalan tol tersebut.

Meskipun begitu lanjut Danang, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak Jasamarga Jalan Layang Cikampek sebagai pihak operator. Selain itu, dirinya juga terus melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor yang menggarap proyek tersebut yakni PT Waskita Karya (Persero).

Baca Juga: Waskita Karya Teken Kontrak Pembangunan Tol Japek II Selatan

Tak hanya pengelola dan kontraktor dari proyek tersebut, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan stakeholder yang membangun proyek berdekatan dengan jalan layang tersebut. Seperti diketahui ada tiga proyek yang dibangun disana pertama adalah proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan Jakarta-Cikampek Elevated II.

Menurut Danang, hal yang akan ia dorong dalam penyelesaian proyek tersebut adalah aspek keselamatan. Sehingga jika nantinya harus mundur pun asalkan aspek keselamatan terpenuhi bisa saja dilakukan.

"Nomor satu beliau (Menteri PUPR) mengatakan, utamakan safety, itu yang akan kita preview terus. Apakah memang secara safety, baik Construction safety maupun operasional safety, itu bisa memenuhi syarat untuk bisa dioperasikan saat Lebaran," tegasnya.

Sebagai informasi, Tol Jakarta-Cikampek layang ini mulai dibangun tahun 2017 oleh PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek. Dalam membangun tol itu, investasi yang digelontorkan badan usaha mencapai Rp 16,2 triliun. (yau)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini