Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BI Pede Ekonomi Kuartal I-2019 Tumbuh 5,2%

BI Pede Ekonomi Kuartal I-2019 Tumbuh 5,2%
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meyakini kondisi perekonomian Indonesia masih dalam jalur yang baik dan memprediksi ekonomi dapat tumbuh di kisaran 5%-5,4% sepanjang tahun 2019 ini. Sedangan untuk kuartal I 2019 diperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh masih berada di atas 5% yakni 5,2%.

Salah satu faktornya yaitu meningkatnya konsumsi swasta dan lembaga non rumah tangga yang tidak terlepas dari imbas persiapan pemilu.

"Masih konsisten sekitar 5,2% (year on year/yoy) untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2019," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Baca Juga: OECD Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global 2019 Jadi 3,3%

Sementara dari sisi pemerintah, stimulus fiskal yang diberikan melalui bantuan sosial (bansos) cukup berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2019.

"Dari pemerintah stimulus fiskal untuk bansos tinggi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat untuk konsumsi rumah tangga akan relatif tinggi di triwulan satu," katanya.

Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Tantangan RI Naik Kelas Jadi Negara Berpenghasilan Menengah Atas

Untuk motor pertumbuhan ekonomi lainnya, yakni investasi, BI menilai kondisi masih lambat seperti pada pola di tahun-tahun sebelumnya. "Tapi akan meningkat di triwulan berikutnya. Investasi akan tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang 5,2% di kuartal satu didukung kuatnya konsumsi rumah tangga maupun pemerintah dan relatif baik dan meskipun pertumbuhan investasi lebih rendah dibandingkan triwulan satu," ujarnya.

(rina anggraeni/ sindonews.com)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement