nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nostalgia Wapres JK yang Pernah Jadi Menteri Tersingkat di Era Gusdur

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 17:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 26 320 2035233 nostalgia-wapres-jk-yang-pernah-jadi-menteri-tersingkat-di-era-gusdur-ruXzEYLyPh.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenang masa-masa ketika dirinya menjabat sebaga Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur). Nostalgia yang dilakukan Jusuf Kalla terjadi ketika dirinya membuka acara Pameran Produk Unggulan Narapidana 2019 di Kementerian Perindustrian.

JK mengatakan, memang jabatan Menteri Perindustrian dan Perdagangan tidak lama sekira enam bulan.

"Tadi disampaikan bahwa saya seperti kembali ke rumah juga karena juga 6 bulan termasuk menteri yang terpendek (karena) hanya enam bulan dipecat Gusdur," ujarnya di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Baca Juga: Buka Pameran Narapidana 2019, Wapres JK: Produk yang Dihasilkan Bermanfaat

Meskipun hanya menjabat enam bulan, kenangan tersebut tidak bisa dilupakan. Apalagi, ketika dirinya menjabat langsung mengurusi tiga pekerjaan sekaligus. Selain masalah industri, dirinya juga mengurusi masalah perdagangan. Tak hanya masalah ketersediaan stok pangan, sebab JK menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logisitik (Bulog).

"Waktu itu saya sendirian, ya perindustriannya, perdagangannya, dan Kepala Bulog," ucapnya.

Baca Juga: Kenangan Masa Kecil Wapres JK tentang Produk Buatan Napi

Namun ketika menjalani beberapa hari, dirinya lebih memilih menggunakan kantor Kementerian Perindustrian. Sebab Kemenperin merupakan kantor yang paling sederhana di antara keduanya.

"Karena itu paling tidak lux, paling sederhana. kantor Bulog mewah, kantor perdangangan mewah, di sini kurang mewah, karena waktu itu krisis, kalau kantornya mewah malu saya," jelasnya.

Namun pada hari ini dirinya sedikit terkejut dengan Kantornya dahulu. Sebab kondisinya sudah berkembang karena Kantor Kemenperin sudah menjadi lebih mewah dibandingkan dahulu.

"Setelah masuk saya sudah lupa, sekarang sudah lux kantornya, banyak yang berubah," kata JK

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini