nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Ditargetkan Tumbuh 20%

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 28 Maret 2019 08:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 28 320 2035955 pendapatan-premi-asuransi-jiwa-ditargetkan-tumbuh-20-RZhmhVrrAa.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menargetkan pendapatan premi asuransi jiwa tumbuh sekitar 10% hingga 20% pada 2019. Pertumbuhan tersebut didasari adanya pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Kami optimistis pendapatan premi tumbuh sekitar 10% sampai 20%. IHSG bulan Februari 2019 sudah menunjukkan perbaikan," ujar Kepala Departemen Keuangan dan Pajak AAJI, Simon Imanto di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Sepanjang 2018, AAJI mencatat perlambatan 19,4% senilai Rp204,89 triliun. Hal itu berasal dari 59 perusahaan asuransi. Perlambatan tersebut disebabkan karena pengaruh kondisi pertumbuhan ekonomi global dan nasional saat itu. Namun, pertumbuhan hasil investasi pada kuartal empat 2018 dapat dikatakan terus meningkat, yang memberi rasa optimistis di tahun 2019.

"Ini menunjukkan IHSG sudah menguat dan industri mulai optimistis hasil investasi akan semakin membaik," katanya.

 Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Capai Rp140,94 Triliun di Kuartal III-2018

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo mengatakan, jumlah tenaga pemasar asuransi jiwa berlisensi meningkat 0,2% menjadi 585.761 orang, dibandingkan periode sama tahun lalu 584.469 orang. Di mana 90,3% dari total tenaga pemasar tersebut berasal dari saluran keagenan.

Saluran Keagenan meningkat 0,03% menjadi 528.902 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 528.744 orang; Bancassurance meningkat 4,1% menjadi 30.002 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu 28.834 orang; dan Saluran alternatif melambat 0,1% menjadi 26.857 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu 26.891 orang.

“AAJI dan industri asuransi jiwa akan terus berusaha untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bisnis asuransi, dengan merekrut tenaga pemasaran berlisensi yang handal dan berkualitas,” ujarnya.

 Baca Juga: Total Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Rp204 Triliun, Turun 19,4%

Selain itu, ada lima jenis investasi dengan proporsi terbesar terhadap total investasi pada kuartal empat 2018. Pertama, yaitu investasi reksadana sebesar 33,8%. Kedua, ada investasi saham sebesar 32,9% Selanjutnya, ada investasi surat berharga negara sebesar 14,4%. Adapula, deposito sebesar 8,6%. Dan terakhir, investasi sukuk korporasi sebesar 6,2%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini