nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maybank Bagi-Bagi Dividen Rp7,19 per Saham

Sabtu 30 Maret 2019 13:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 30 320 2037011 maybank-bagi-bagidividen-rp7-19-per-saham-5Ga3UdoKoW.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) membagikan sebagian dari laba bersih tahun 2018 sebagai dividen. Bank Maybank akan mengalokasikan 25% dari laba bersih per akhir Desember 2018 sebesar Rp2,2 triliun. Total dividen yang dibagikan itu mencapai Rp 548,64 miliar atau sebesar Rp 7,19 per saham.

"Sedangkan sisanya sebesar 70% atau Rp1,53 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan," kata Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, dikutip dari Sindonews, Sabtu (30/3/2019)

RUPST juga menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan sebesar 5% atau Rp109,72 miliar digunakan sebagai cadangan umum.

"Kami mengakhiri tahun 2018 dengan rekor laba di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan. Selaras dengan pencapaian tersebut, sebagai apresiasi kepada pemegang saham, RUPST telah menyetujui pembagian dividen yang lebih besar dibanding tahun lalu," papar dia.

Selain itu, hasil RUPST telah menerima Laporan Realisasi Pengunaan Dana Hasil Penawaran Umum yang dilakukan Perseroan pada tahun 2018, yang terdiri dari dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2018 sebesar Rp643,32 miliar.

Selanjutnya, dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2018 sebesar Rp377,43 miliar dan dana hasil Penawaran Umum Terbatas VIII (PUT VIII/Rights Issue VIII) sebesar Rp1,99 triliun (setelah dikurangi biaya dengan biaya penawaran umum).

Taswin menuturkan, seluruh dana tersebut telah digunakan untuk meningkatkan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha Perseroan. "Ini terutama untuk penyaluran kredit serta untuk mendukung pertumbuhan bisnis Perusahaan," ungkap dia.

Hingga akhir tahun lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 6,3% atau mencapai Rp133,3 triliun. Kredit Community Financial Services (CFS) Non Ritel, yang terdiri dari kredit Mikro, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Business Banking tumbuh 10,9% atau mencapai Rp58,3 triliun, dibanding Rp52,6 triliun tahun lalu. Kredit CFS Ritel meningkat 3,1% atau mencapai Rp44 triliun dibanding Rp42,7 triliun di tahun lalu.

Adapun rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross tercatat 2,6% dan NPL nett sebesar 1,5%. RUPST juga menyetujui pengkinian Rencana Aksi (Recovery Plan) Perseroan, guna memenuhi Pasal 31 OJK Nomor 14/POJK.03/2017.

Perseroan telah melakukan Recovery Plan dan telah menyampaikan dokumen tentang pengkinian Recovery Plan dimaksud kepada Departemen Pengawasan Bank 2 OJK. Salah satu komponen penting dalam Recovery Plan adalah Opsi Pemulihan (Recovery Option) yang akan dilakukan Bank Sistemik dalam hal terjadi tekanan keuangan yang dialami oleh Bank Sistemik dalam mencegah, memulihkan maupun memperbaiki kondisi keuangan serta kelangsungan usaha.

Selain itu, RUPST telah menyetujui pengangkatan kembali Achjar Iljas selaku Komisaris Independen Perseroan. "Keputusan ini berlaku efektif sejak penutupan Rapat sampai dengan penutupan RUPST tahun 2022 mendatang," katanya.

Dengan demikian susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Datuk Abdul Farid Bin Alias: Presiden Komisaris

Budhi Dyah Sitawati: Komisaris Independen

Achjar Iljas: Komisaris Independen

Hendar: Komisaris

Edwin Gerungan: Komisaris

Datuk Lim Hong Tat: Komisaris

Dewan Direksi

Taswin Zakaria: Presiden Direktur

Thilagavathy Nadason: Direktur

Jenny Wiriyanto: Direktur

Irvandi Ferizal: Direktur

Permana: Direktur

Muhamadian: Direktur

Efendi: Direktur

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini