nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Dagang AS-China, WTO Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Perdagangan Dunia

Agregasi VOA, Jurnalis · Rabu 03 April 2019 11:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 03 320 2038574 perang-dagang-as-china-wto-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-perdagangan-dunia-G34ZNTvCGK.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Organisasi perdagangan dunia atau WTO tahun ini kembali menurunkan perkiraan pertumbuhan perdagangan lebih dari 1%, menjadi 2,6%, karena adanya perlambatan ekonomi di tengah konflik perdagangan antara Amerika dan China.

Penurunan itu, dari angka 3,7% yang diumumkan bulan September lalu, mencerminkan cepatnya prospek pertumbuhan bisnis global turun karena Amerika dan China masih berjuang untuk menentukan bagaimana mencabut tarif-tarif impor atas barang-barang yang bernilai miliaran dolar.

Baca Juga: Ekonomi AS Terancam Resesi, Investor Mulai Gelisah

“Karena ketegangan perdagangan yang tinggi, tidak ada orang yang heran melihat kenyataan suram ini,” kata Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo.

Selain adanya sengketa dagang Amerika-China itu, WTO melihat pertumbuhan ekonomi yang melambat di Amerika Utara, Eropa dan Asia, yang sebagian besar disebabkan mulai pudarnya dampak stimulus keuangan yang dijalankan pemerintahan Trump.

Kata WTO, penurunan pertumbuhan perdagangan juga disebabkan dihentikannya stimulus keuangan di Eropa serta usaha China mengalihkan perekonomiannya yang semula bergantung pada sektor manufakturing dan investasi, ke sektor jasa dan konsumsi.

perang

Tahun 2018, perdagangan hanya tumbuh 3%, jauh di bawah perkiraan WTO 3,9%, yang sebetulnya juga sudah diturunkan dari angka perkiraan tahun sebelumnya.

WTO mengawasi peraturan perdagangan internasional dan menyelesaikan sengketa perdagangan antara negara, tapi pemerintahan Trump menuduh WTO tidak adil terhadap Amerika. Pemerintah Amerika juga secara bertahap menekan WTO dengan menghalangi pengangkatan sejumlah anggota yang ditugaskan dalam kelompok penyelesaian sengketa.

Kata Azevedo penting untuk mempertahankan sistem perdagangan yang berdasarkan peraturan yang jelas, karena pelemahan sistem itu akan menjadi kesalahan besar yang berdampak banyak bagi pertumbuhan, bidang pekerjaan dan stabilitas di seluruh dunia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini