Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli asing bersih atau "net foreign buy" sebesar Rp226,48 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 395.344 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,58 miliar lembar saham senilai Rp8,45 triliun. Sebanyak 185 saham naik, 206 saham menurun, dan 141 saham tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa regional Asia antara lain indeks Nikkei ditutup melemah 3,72 poin (0,02%) ke 21.505,31, indeks Hang Seng menguat 62,65 poin (0,21%) ke 29.624,67, dan indeks Straits Times menguat 29,27 poin (0,9%) ke posisi 3.279,78. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 24,01 poin atau 0,37% ke posisi 6.476,62. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,82 poin atau 0,57% menjadi 1.022.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, sentimen dari global terbilang positif bagi pasar yakni berkenaan semakin seriusnya pembicaraan AS dan China dalam membahas perdagangan, pulihnya ekonomi China, serta meredanya kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global.”Sentimen ini diperkirakan dapat mendukung bagi IHSG untuk bergerak ke zona hijau pada hari ini," ujar Alfiansyah.
Senitimen lainnya bagi pasar, sektor manufaktur China secara tidak terduga tumbuh pada Maret 2019 untuk pertama kalinya dalam empat bulan.”Hal ini menandakan ekonomi China bangkit kembali di tengah meredanya perang dagang dengan AS," kata Alfiansyah.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.