Baca Juga: Menteri Jonan Buka-bukaan Defisit Neraca Dagang Migas
Mantan Menteri Perhubungan ini pun membandingkan industri migas dengan telekomunikasi. Menurutnya, perubahan industri telekomunikasi sangat cepat, terbukti dalam satu tahun ada beberapa model handphone baru yang dijual ke publik.
Selain itu, ongkos produksinya juga bisa lebih murah. Namun ketika dijual ke pasaran, harga handphone sangat mahal dan bukan labanya lebih besar dibandingkan ongkos produksinya.
"Saya kagum dengan industri telekomunikasi, bukan makin canggih harganya makin murah. 25 tahun lalu maka satu handphone baru sama dengan harga kijang kotak sekitar Rp25 juta. Handphone yang nyimpen nomor telepon aja enggak bisa dulu Rp25 juta. Sedangkan sekarang sudah canggih," jelasnya.
Baca Juga: Menteri Jonan Buka-bukaan Defisit Neraca Dagang Migas