Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penggunaan Energi Terbarukan Indonesia Masih Kalah dari India

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 04 April 2019 |14:41 WIB
Penggunaan Energi Terbarukan Indonesia Masih Kalah dari India
Foto: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi mengatakan, penggunaan energi terbarukan di Indonesia masih kalah dengan India. Hal itu disebabkan kurangnya penerapan energi terbarukan.

Hal itu dia ungkapkan pada acara pembukaan pameran Indonesia International Green Technology and Eco Friendly Products Exhibition di JI-Expo Kemayoran Jakarta.

"India ini sudah menerapkan penggunaan solar PV dalam memanfaatkan listrik. Saya tidak merendahkan, namun India sudah ke arah ke sana, dengan berikan insentif rumah yang pakai solar PV. Jadi, sekarang perusahaan energi terbarukan tumbuh di India," ujarnya, di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

 Baca Juga: Target Pemanfaatan 23%, Energi Terbarukan Dikejar Bertahap

Dia menuturkan, masa depan energi terbarukan di Indonesia masih belum nampak sosialisasinya. Maka itu, Indonesia selalu menjadi negara tertinggal dalam memanfaatkan energi ramah lingkungan.

"Kita lihat pembangkit fosil tidak dibutuhkan, kalau tidak mulai dari sekarang akan selalu ketinggalan dan jadi pasar negara lain," tuturnya.

 Baca Juga: Target Bauran Energi Terbarukan 23%, Menteri Jonan: Ini Tantangan

Sementara itu, Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Harris menyatakan, pada 2025, Indonesia berkomitmen meningkatkan bauran energi dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) menjadi sebesar 23%.

"Untuk mencapai target tersebut, perlu upaya serius dari pemerintah, swasta, dan lembaga pembiayaan" kata dia.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement