Disentil Menteri Jonan, Ini Pembelaan Bos SKK Migas soal Lifting Minyak

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 04 320 2039065 disentil-menteri-jonan-ini-pembelaan-bos-skk-migas-soal-lifting-minyak-J5aNj0jTP2.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menginginkan agar lifting migas bisa meningkat atau minimal bisa sama jumlahnya dengan angka produksi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Sutjipto mengatakan, memang selama ini lifting migas selalu ditumpuk di akhir bulan. Oleh karenanya pihaknya akan mengikuti arahan agar laporan lifting migas ini tidak ditumpuk di akhir bulan.

"Memang tadi jangan numpuk di belakang memang yang harus diupayakan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

 Baca Juga: Menteri Jonan Minta SKK Migas Serius Naikan Lifting Minyak

Menurut Dwi, salah satu alasan perubahan tersebut adalah untuk mengantisipasi adanya persoalan cuaca dan kendalanya teknis pengiriman. Sebagai salah satu contohnya adalah ketika misalnya terjadi hujan maka lifting akan mengalami penurunan..

"Saya juga sampaikan ke kawan-kawan, kalau di akhri itu takutnya nanti meleset, ada hujan atau apa. Jadi realisasinya rendah. Itu arahannya gitu. Kita juga sama, lifting harus bisa nguras semua produksi pada hari itu," katanya.

Selain itu lanjut Dwi, ada beberapa teknis lainnya yang bisa memengaruhi seperti proses pengapalan dan kondisi kilang milik PT Pertamina (Persero). Menurutnya tidak akan melakukan lifting jika kapal milik Pertamina tidak mengangkut hasil lifitng tersebut.

"Lifting itu juga kaitannya dengan pengapalan. Enggak akan mungkin lifting kalau kapal enggak siap. Lalu juga kaiitannya dengan stok di kilangnya. kan enggak efisien juga kalau enggak penuh tapi diangkut," jelasnya.

 Baca Juga: Bos SKK Migas Buka-bukaan Nasib Blok Masela

Mantan Direktur Utama Pertamina itu mengaku jika saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait. Termasuk dengan Pertamina agar pengapalan dan distribusi bisa tertib dan maksimal untuk memperlancar proses lifting minyak.

"Kami sudah koordinasi dengan bu Dirut Pertamina (Nicke Widyawati). Crude kan ada domestik dan impor. Kalau disaat saat impor kurangi dikit, ini lebih lancar. Jadi ini sudah lebih membaik. Semoga besok akan lebh merata," katanya.

 Baca Juga: Realisasi Lifting Migas Hanya 94,6% di Kuartal I-2019

Dwi menambahkan, beberapa langkah untuk penyesuaian realisasi lifting dengan realisasi produksi minyak ini sudah mulai dilakukan oleh SKK Migas. Hal ini terlihat dari realisasi lifting pada akhir Desember kemarin yang mencapai 5 juta barel lebih. Pada Januari Februari sudah bisa dikurangi sampai 3 juta barel.

"Tapi menumpuk di akhir memang yang sudah kta upayakan untuk diminamalisir. Misalnya Desember kemarin liftingya sampai 5 jutaan lebih. Kita kurangi, sekarang ini di hari terakhir sudah 3 jutaan liftingnya. Lalu, kita tekan terus," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini