nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Proyek Ini Topang Target Produksi Migas Pertamina EP

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 05 April 2019 19:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 05 320 2039662 2-proyek-ini-topang-target-produksi-migas-pertamina-ep-1EUeOUCpFS.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta agar lifting minyak bisa ditingkatkan, Terlebih lagi realisasi lifting minyak dan gas (migas) pada kuartal I-2019 tercatat sebesar 1,8 juta barrel oil equivalent per day (boepd).

Realisasi lifting tersebut mencapai 94,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 2,2 juta boepd.

Untuk mendukung lifting minyak nasional, PT Pertamina EP terus berupaya meningkatkan produksi. Kinerja operasional Pertamina EP dibuktikan kembali melalui Bambu Besar & Akasia Bagus (BBS-ABG) Development Project dengan mendapatkan hasil minyak dan gas dari Pemboran Sumur BBS-009 di Karawang, Jawa Barat.

 Baca Juga: Tingkatkan Produksi Migas, 9 Lapangan Pertamina EP Terapkan EOR

Project Manager Pertamina EP BBS-ABG Setyo Sapto Edi mengatakan, hasil uji produksi sumur pengembangan BBS-009 pada layer 9 Oil di formasi Cibulakan Atas dengan interval perforasi 2355 – 2364.7 mMD secara Multi Rate Test (MRT) dengan 3 variasi bean (11 mm, 9 mm dan 7 mm) sehingga menghasilkan minyak dengan kisaran 373.43 BOPD dan gas 0.312 MMSCFD sampai 629.97 BOPD untuk minyak dan 0.422 MMSCFD untuk gas. Keberhasilan pemboran ini akan menambah jumlah produksi minyak Pertamina EP secara signifikan.

“Hingga saat ini sumur yang telah dibor pada lapangan Bambu Besar, yaitu BBS-005, BBS-006, BBS-007, BBS-008 dan BBS-009. Adapun sumur yang telah di workover, yaitu BBS-001, BBS-003 dan BBS-004. Lapangan Bambu Besar masih menyisakan satu sumur pengembangan lagi yang akan dibor, yaitu BBS-D4/(010), rencana akan dikerjakan pada akhir 2019, serta satu sumur step out pada tahun 2020,” ujar Setyo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Sumur Bambu Besar (BBS-009) merupakan sumur pengembangan dari struktur Bambu Besar yang terletak di Desa Tegal Sawah KecamatanKarawang Timur Kabupaten Karawang. Sumur ini di bor menggunakan Rig PDSI PDSI#15,3/N110-M (M2) dengan total kedalaman mencapai 2386 mMD/1958 mTVD.

 Baca Juga: Produksi Migas Pertamina EP 2018 Lampaui Target

Setyo mengatakan hasil produksi minyak dan gas sumur BBS-009 menjadi kabar yang menggembirakan bagi PEP juga dapat memacu motivasi bagi BBS & ABG Dev Project untuk mengevaluasi pengembangan sumur-sumur berikutnya di struktur Bambu Besar.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari semua pihak, antara lain seluruh mitra, PDSI, Asset 3, Field Subang, dan seluruh pihak terkait lainnya sehingga operasional dapat berjalan dengan lancar dengan selalu memprioritaskan aspek HSSE,” katanya.

Saat ini produksi Bambu Besar & Akasia Bagus Development Project untuk minyak 3328 BOPD dan gas 3.4 MMSCFD yang terdiri atas produksi di struktur Bambu Besar sebesar 1.731 BOPD (minyak) dan produksi di struktur Akasia Bagus sebesar 1.597 BOPD (minyak) dan 3.4 MMSCFD (gas).

Untuk Akasia Bagus baru saja melaksanakan tajak sumur ABG-B2 berada di Desa Jatimunggul Kecamatan Trisi Kabupaten Indramayu, yang merupakan kelanjutan program ABG-B1 yang selesai pada 20 Februari 2019.

Tajak sumur ABG-B2 yang merupakan bagian dari program percepatan pengeboran RK 2019 dilaksanakan pada 21 Maret 2019. Percepatan pengeboran oleh BBS & ABG Development Project menggunakan rig PDSI #38.2/D1000E dengan target kedalaman akhir 2399 mMD / 1900 mTVDSS, dengan bor directional dengan estimasi hari kerja 45 hari (drilling days).

Pengeboran pada struktur/lapangan Akasia Bagus yang ditargetkan dapat menghasilkan 200 BOPD dilakukan dalam perkiraan formasi prospek Layer L. Setyo mengatakan hingga saat ini sumur yang berproduksi pada lapangan tersebut antara lain: ABG-001, ABG-002, ABG-003, ABG-004 dan ABG 005. “Rencana pemboran selanjutnya pada 2019 adalah ABG-B3,” katanya.

Direktur Pengembangan Pertamina EP John H Simamora, mengungkapkan harapannya atas kelancaran ke kegiatan operasional di wilayah BBS-ABG Development Project. “Semoga target yang sudah ditetapkan dapat tercapai dengan zero accident,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini