Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Pilpres, Tren Pasar Obligasi Melesu

Jelang Pilpres, Tren Pasar Obligasi Melesu
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

Adapun, suku bunga yang rendah pada kuartal I/2018 dinilai membuat emiten banyak menerbitkan obligasi dengan antisipasi suku bunga dinaikkan. “Dan emiten terbitkan obligasi, besaran dan waktunya, tergantung kebutuhan masing-masing emiten,” ujarnya.

Rayendra memperkirakan, emisi obligasi di sepanjang semester I/2019 masih akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena kondisi pasar yang masihwait and seejelang Pemilu dan libur lebaran pada awal Juni.

Sebagai informasi, berdasarkan dataB loomberg, total volume emisi obligasi korporasi sepanjang 3 bulan pertama tahun ini tercatat Rp24,07 triliun atau turun 42,71% dibandingkan dengan kuartal I/2018 yang senilai Rp42,02 triliun.

Adapun, tiga besar perusahaan efek dengan volume emisi terbanyak pada kuartal I/2019 masih ditempati oleh Indo Premier Securities, Mandiri Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas. Indo Premier Securities tetap memimpin pada awal tahun ini dengan volume emisi obligasi senilai Rp4,31 tirliun dan pangsa pasar sebesar 21,34%.

Selanjutnya, Mandiri Sekuritas mengikuti dengan volume emisi senilai Rp2,65 triliun dan pangsa pasar sebesar 13,14%. Sementara itu, PT Danareksa Sekuritas mencatatkan volume emisi obligasi senilai Rp2,34 triliun dengan pangsa pasar 11,61%.

Sementara itu, per akhir kuartal I/2019, Bursa Efek Indonesia telah mengantongi daftar 8 perusahaan dengan total 9 instrumen yang bersiap-siap untuk mencatatkan penerbitan obligasi dan sukuk di bursa pada kuartal kedua 2019 dengan total nilai Rp8,85 triliun.

Fitch Ratings Indonesia memperkirakan nilai penerbitan surat utang korporasi dalam negeri di tahun ini akan mengalami peningkatan sebesar 10% menjadi kisaran Rp130 triliun-Rp 140 triliun. Penerbitan surat utang tersebut sebagian besar untuk membayar utang yang jatuh tempo dan kebutuhan pendanaan ekspansi.

Rating Director Fitch Ratings Indonesia Eddy Handali mengatakan, tahun 2019 sudah kembali menjadi momentum pertumbuhan untuk penerbitan surat utang setelah di tahun lalu korporasi cenderung menahan diri karena banyaknya ketidakpastian yang muncul di pasar dan berdampak ke dalam negeri.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement