nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Transportasi Online Diprediksi Laris Manis saat Lebaran

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 17:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 09 320 2041164 transportasi-online-diprediksi-laris-manis-saat-lebaran-JEOmM71gAF.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi angkutan online akan ketiban durian runtuh saat musim mudik Lebaran tahun ini. Sebab, akan banyak sekali orderan yang masuk saat musim mudik Lebaran nanti terutama yang berada di luar wilayah Jabodetabek.

Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan, transportasi online ini mayoritas akan digunakan untuk menuju simpul transportasi utama. Misalnya dari rumah menuju ke Bandara, Stasiun ataupun Terminal Bus.

"Moda KAI dan pesawat itu menujunya orang menggunakan angkutan online," ujarnya dalam acara konferensi pers di Hotel Harris, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Baca Juga: 399.962 Mobil Diproyeksi Lalui Tol Trans Jawa saat Mudik Lebaran

Berdasarkan hasil surveynya, 34% masyarakat akan menggunakan taksi online untuk menuju stasiun. Sedangkan 34,9%, akan menggunakan taksi online menuju bandara.

"34% responden akan menggunakan taksi atau mobil online menuju Stasiun, dan 34,9% responden akan menggunakan taksi online menuju Bandara," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei para pemudik Jabodetabek yang terbanyak adalah menggunakan bus sebanyak 4.459.690 orang atau sekitar 30%. Sedangkan yang menggunakan mobil pribadi sebanyak 4.300.346 orang atau sekitar 28,9%.

Baca Juga: Terbanyak Naik Bus, Penumpang Pesawat Dipastikan Turun saat Mudik Lebaran

Sementara itu, masyarakat yang menggunakan kereta api sebanyak 2.488.058 orang atau sekitar 16,7%. Sedangkan yang menggunakan pesawat sebanyak 1.411.051 orang atau sekitar 9,5%.

Sedangkan pengguna sepeda motor diperkirakan sebanyak 942.621 orang atau sekitar 6,21%. Sementara sisanya menggunakan transportasi lainnya.

"Pilihan moda utama yang digunakan masyarakat yang gunakan bus hampir 4,5 juga atau 30%. Kalau mobil pribadi sekitar 4,3 juta atau 23,9%," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini