“Mereka merupakan fondasi pertumbuhan inklusif suatu negara,” ungkap OECD. Dalam laporan tersebut, OECD juga menyebutkan, generasi muda saat ini kesulitan mendapatkan status kelas menengah dibandingkan generasi sebelumnya.
Menurut organisasi itu, kelas menengah merupakan mereka yang memiliki tempat tinggal nyaman dan memiliki gaya hidup terjangkau dengan karier yang stabil. Selain itu, kebutuhan anak-anak mereka juga dapat terpenuhi baik. Temuan lainnya, hampir 70% kelompok baby boomer merupakan warga kelas menengah saat mereka berusia 20 tahunan, bandingkan dengan Generasi X yang hanya mencapai 64% dan milenial 60%. Generasi baby boomer juga memperoleh dan memiliki pekerjaan yang lebih stabil di sepanjang hidupnya dibandingkan generasi muda saat ini.
Ketidakpastian pekerjaan dan pengangguran terus mening kat menyusul adanya transformasi pasar buruh akibat meluasnya globalisasi dan penggunaan teknologi. Satu dari enam peker jaan kelas menengah juga terancam hilang diambil alih otomatisasi. “Tren ini menciptakan kekhawatiran baru,” ungkap OECD.
OECD menawarkan sejumlah solusi untuk menyelesaikan isu ini, di antaranya dengan menurunkan pajak pendapatan kelas menengah, membangun perumahan, pendidikan, dan kesehatan yang terjangkau, membantu generasi muda memperoleh lapangan pekerjaan, dan memberikan pelatihan kemampuan dan soft skill.
(Muh Shamil)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.