Mendag Tak Jadi Impor Bawang Putih, Menko Darmin: Tidak Bisa Dibatalkan

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 April 2019 20:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 12 320 2042812 mendag-tak-jadi-impor-bawang-putih-menko-darmin-tidak-bisa-dibatalkan-RH6ELKcpp7.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Perdagangan membatalkan rencana impor bawang putih dari China. Sebab, stok bawang ini sendiri masih dinyatakan cukup untuk memenuhi stok selama beberapa bulan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, impor bawang putih bukannya dibatalkan. Hanya saja memang belum direalisasikan oleh Kementerian Perdagangan.

Lagi pula lanjut Darmin, tidak bisa impor bawang putih tersebut dibatalkan. Sebab menurutnya, keputusan tersebut sudah ditetapkan lewat rapat koordinasi (rakor) yang dilakukan di kantornya.

"Membatalkan? Mana bisa dibatalkan itu, belum direalisasikan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

 Baca Juga: Mendag: Impor Bawang Putih Hanya saat Darurat

Mengenai alasan mengapa hingga saat ini impor bawang putih belum dilakukan, dirinya meminta untuk menanyakan langsung kepada Kementerian Perdagangan. Sebab Kemendag lah yang mengeluarkan rekomendasi impor bawang.

"Tanya aja Mendag (Enggartiasto Lukita) kenapa. Belum direalisasikan tapi kalau dibatalkan itu tidak bisa itu diputuskan di kantor saya itu dalam rakor," ucapnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut menurut Darmin, dirinya meminta kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk melakukan impor sesegera mungkin. Sesuai dengan kebutuhan dan stok yang dimiliki.

"Ya enggak lah (nunggu pilpres) kita enggak pernah bilang gitu. Waktu kita putuskan permintaannya itu adalah segera. Ya enggak pakai permintaan enggak pakai tanggal tanggal tapi ya tidak ada pengertian nunggu pilpres. Jadi tanya pak Enggar ajalah," katanya.

 Baca Juga: KPPU Selidiki Lambatnya Proses Izin Impor Bawang Putih

Darmin menambahkan, nanti pihaknya akan mengundang Menteri Perdagangan untuk menanyakan langsung terkait masalah tersebut.

"Masak saya mengarahkan pak Mendag kayak Donald Trump pake Twitter. Nanti kalau kita mau pengarahan kita undang dia," tuturnya,

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini