nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta RI hingga Malaysia Tinggalkan Dolar AS

Okky Wanda lestari, Jurnalis · Senin 15 April 2019 06:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 14 20 2043375 fakta-fakta-ri-hingga-malaysia-tinggalkan-dolar-as-byEc7VKXbi.jpg Ilustrasi: Dolar AS (Okezone)

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berkomitmen untuk mencapai integrasi keuangan ASEAN guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat stabilitas keuangan di Kawasan. Salah satunya penggunaan local currency dalam transaksi perdagangan dengan Thailand dan Malaysia serta Filipina.

Selama ini transaksi perdagangan selalu memakai USD atau dolar. Oleh karena itu, diperlukan alternatif dengan menggunakan lokal currency.

Berikut kumpulan fakta yang telah dirangkum okezone perihal RI, Malaysia dan Thailand maksimalkan penggunaan mata uang lokal, Jakarta, Senin (15/4/2019).

1. Adanya Kesepakatan Local Currency Settlement Framework (LCS)

Indonesia telah melakukan kesepakatan local currency settlement framework (LCS) pada transaksi perdagangan dengan Thailand dan Malaysia. Direktur Departemen Internasional BI Wahyu Pratomo mengatakan, kesepakatan local currency bersama dua negara untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan.

Baca Juga: BI: Penjualan Eceran Riil Februari Tumbuh 9,1%

2. Tidak Menggunakan Dolar AS

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan nilai perdagangan antara Republik Indonesia (RI) dan Thailand yang menggunakan mata uang lokal (local currency settlement) atau tidak menggunakan dolar AS, mencapai Rp121 miliar dalam kurun Januari-Februari 2019 atau meningkat empat kali lipat dibanding periode sama di 2018 yang sebesar Rp30 miliar.

Gubernur BI Pery Warjiyo mengungkapkan selama 2018 nilai perdagangan antara Indonesia dan Thailand yang menggunakan mata uang lokal mencapai Rp58 miliar secara rata-rata per bulan

3. Local Currency Settlement jadi Penyelesain Transaksi

Local Currency Settlement (LCS) merupakan penyelesaian transaksi perdagangan antara dua negara yang dilakukan di dalam wilayah salah satu negara dengan menggunakan mata uang lokal. Indonesia dan Thailand pertama kali menerapkan kerja sama LCS pada Desember 2017. LCS diimplementasikan untuk mengurangi ketergantungan masing-masing negara terhadap penggunaan dolar AS dan juga meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara.

Baca Juga: Indonesia, Malaysia hingga Thailand Mulai Tinggalkan Dolar AS

Perkembangan penerapan LCS tersebut menjadi salah satu topik di pertemuan bilateral Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur Bank of Thailand Veerathai Santiprabhob di Jakarta.

4. Penerapan QR kode

Bank Indonesia (BI) akan menjalin kerja sama bersama Bank Sentral di beberapa Asia Tenggara (Asean) terkait sistem pembayaran untuk menciptakan inklusi keuangan yang berkelanjutan, aman, cepat, efisien dan handal.

Direktur Departemen Internasional BI Wahyu Pratomo mengatakan, ada tiga negara yang akan melakukan kerja sama, yaitu, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Dan salah satu bentuk kerja samanya itu respons cepat (QR) Code. Penerapan kode respon cepat (Quick Response Code/QR Code) bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini