nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos AP II Sebut Holding Penerbangan Banyak Manfaatnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 14:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 16 320 2044192 bos-ap-ii-sebut-holding-penerbangan-banyak-manfaatnya-cvJpcAEuUy.jpg Foto: Dirut AP II (Giri/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk membentuk holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sarana dan prasarana perhubungan udara (BUMN Penerbangan).

Nantinya PT Survai Udara Penas (Persero) yang akan ditunjuk sebagai induk holding BUMN penerbangan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, pembentukan holding penerbangan sendiri memang akan memiliki banyak manfaat. Karena pembentukan holding ini bisa mengkonsolidasikan infrastruktur utama di perhubungan udara.

"Holding (penerbangan) ini sangat baik karena mengkonsolidasikan seluruh kemampuan infrastruktur utama di sarana dan perhubungan udara," ujarnya saat ditemui di Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (16/4/2019)

 Baca Juga: Menteri Rini: Holding BUMN Penerbangan Akan Dibicarakan dengan Presiden

Menurut awal ada beberapa konsolidasi yang bisa dilakukan adalah konsolidasi bisnis. Artinya masing-masing bisa lebih efisien dalam hal operasionalnya sehingga bisa dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan.

"Harapan kita dengan terintegrasinya beberapa BUMN dalam holding itu banyak hal yang beri manfaat positif," katanya.

Menurut Awal, saat ini pemerintah tengah menggodok pembentukan perusahaan holding penerbangan tersebut. Dalam pembahasan tersebut melibatkan konsultan PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia (PwC).

Dari usulan konsultan itu sendiri nantinya Survai Udara Penas (Persero) akan menjadi induk usahanya. Sementara tiga perusahaan lainnya yakni PT Garuda Indonesia , PT Angkasa Pura II dan PT Angkasa Pura I akan menjadi anak usahanya.

"Kementerian BUMN sedang lakukan kajian oleh konsultannya, induknya Penas, tapi kita sedang menunggu arahan dari BUMN," ucapnya.

 Baca Juga: Serikat Pekerja Resah Holding Penerbangan, Ini Kata Bos AP II

Sebagai informasi, pembentukan holding penerbangan tertuang pada Surat Menteri BUMN Nomor S-180/MBU/03/2019 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Kajian Pembentukan Holding BUMN Sarana dan Prasarana Perhubungan Udara yang ditujukan pada Menteri Keuangan RI.

Dalam surat itu, ada empat perusahaan yang masuk dalam holding penerbangan, yaitu PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Survai Udara Penas (Persero).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini