TANGERANG SELATAN - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membawa 'oleh-oleh' usai menghadiri acara Spring Meetings International Monetary Fund – World Bank Group 2019 di Washington DC. Oleh-oleh tersebut merupakan kondisi terbaru dari ekonomi global.
Saat ini pelemahan ekonomi global tengah membanyangi seluruh perekonomian negara di dunia, khususnya negara berkembang. IMF bahkan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,3%. Kondisi itu imbas dari perlemahan ekonomi negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan China, yang keduanya melakukanm perang dagang.
"Jadi kita juga harus melihat kondisi perlemahan ekonomi global yang cukup drastis dibandingkan proyeksi awal (3,9%), direvisi turun 3,5%, hingga sekarang 3,3%. Artinya itu merupakan tantangan ekstrenal kita," jelasnya di Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (17/4/2019).
Baca Juga: Strategi Sri Mulyani Bangun Infrastruktur Pakai Dana Filantropi
Para pengambil kebijakan diharuskan melakukan menyesuaikan dengan kondisi pelemahan ekonomi global. Kata dia, Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) bahkan lebih sabar dalam mengkaji pelemahan global. Artinya kenaikan suku bunga yang sempat mengguncang emerging market diprediki tidak akan terjadi kembali.
“Ini bagus untuk negara kita,” ujarnya.
Di sisi lain, lanjut dia, baik negara maju dan berkembang memiliki ruang fiskal yang terbatas. Artinya kemampuan negara-negara untuk mengkontrol perlemahan ini secara fiskal tidak terlalu besar.