Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi Bentuk Holding dan Super Holding BUMN, Apa Bedanya?

 Jokowi Bentuk <i>Holding</i> dan Super <i>Holding</i> BUMN, Apa Bedanya?
Presiden Jokowi (Foto: Okezone)
A
A
A

Kala itu Tanri Abeng mengusulkan pembentukan 5 holding BUMN, yakni holding BUMN energi dan tambang, holding BUMN Infrastruktur, holding BUMN finansial, holding BUMN semen dan konstruksi dan holding BUMN pupuk juga perkebunan.

Nah beberapa dari rencana besar tersebut sudah ada yang terbentuk dan ada juga yang masih dalam tahapan pembahasan. Salah satu holding BUMN yang sudah terbentuk adalah holding BUMN di sektor pertambangan.

Di sektor itu PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) ditunjuk menjadi “payung” bagi PT Timah (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Kemudian ada juga holding BUMN Migas dimana PT Pertamina (Persero) menjadi induk usaha dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

Dalam waktu dekat, pemerintah juga tengah berupaya menyelesaikan holdingisasi di bidang infrastrktur dan juga konstruksi serta holding BUMN Pengembangan Perumahan dan Kawasan tengah. Teranyar, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pemerintah juga tengah merencanakan pembentukan holding penerbangan.

Bahkan dia menargetkan 6 holding lainnya dapat terbentuk tahun ini, diantaranya holding BUMN keuangan, asuransi, farmasi, pelabuhan, semen, dan juga pertahanan

Apa Itu Super Holding

Dalam debat capres dan cawapres juga muncul istilah super holding. Rencana pembentukan super holding dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo untuk memayungi beberapa holding BUMN yang sudah terbentuk.

Tetapi wacana super holding pun sudah digagas pada zaman Tanri Abeng saat menjabat sebagai Menteri Keuangan. Jika rencana tersebut berjalan lancar maka super holding tersebut akan menjelma menjadi layaknya Temasek Holdings di Singapura atau Khazanah Nasional Berhad milik negeri Malaysia.

Rencana pembentukan super holdings dimaksudkan agar pengelolaan BUMN dikelola oleh professional, bukan lagi birokrat. Artinya kemungkinan besar, lahirnya super holding bakal menggeser tugas Kementerian BUMN yang selama ini memayungi dan mengontrol kinerja BUMN.

Membincang bisnis BUMN, keseluruhan bisnis yang ditangani oleh BUMN merupakan pekerjaan besar. Itu mengapa kelangsungan bisnis BUMN menjadi salah satu fokus pemerintah. Maklum, BUMN juga salah satu sumber pendapatan negara melalui setoran dividen.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement