nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BTN Caplok 30% Saham Anak Usaha PNM Rp114 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 April 2019 11:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 22 278 2046351 btn-caplok-30-saham-anak-usaha-pnm-rp114-miliar-mdHjw3BaCb.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membeli 33.000 lembar saham atau 30% saham milik PT Permodalan Nasional Madani (Persero) di PT Investment Management sebagai anak usaha dari PT PNM. Dari aksi pembelian ini, Bank BTN mengeluarkan dana senilai Rp114,3 miliar.

Akuisisi ini dituangkan dalam komitmen yang ditandatangani oleh BTN dengan PMN di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat. Penandatanganan dihadiri oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Direktur Utama Bank BTN Maryono, serta Direktur Utama PNM Arief Mulyadi.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan,, dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank BTN periode 2019-2021, perseroan membidik bakal memiliki anak usaha di bidang manajemen investasi. Oleh karena itu, proses akuisisi ini juga merupakan langkah tepat.

"Sinergi ini yang kita lakukan denah PT PNM. Karena BTN ini kaitannya dengan pemerintah maka dalam hal ini yang juga harus siap bagaimana mengantisipasi dana kelola uang dikelola oleh pemerintah ini. Salah satunya adalah kita harus mempunya lembaga keuangan managemen," ujarnya dalam acara penandatanganan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/4/2019).

 Baca Juga: Laba Bersih BTN Rp2,8 Triliun, Aset Tembus Rp306 Triliun

Maryono menjelaskan dengan hadirnya anak usaha anyar tersebut, perseroan bakal lebih leluasa menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang. Dengan opsi penghimpunan dana murah yang lebih luas, Bank BTN berharap dapat memberikan skema pembiayaan perumahan yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

“Sehingga, pada akhirnya akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa memiliki rumah yang murah dan terjangkau. Hal tersebut sejalan dengan komitmen kami dalam mengemban tugas sebagai agen Program Satu Juta Rumah,” tambah Maryono.

Menurut Maryono, dengan pembelian saham PNMIM tersebut juga menjadi bentuk sinergi antar BUMN. Apalagi PNMIM ini juga memiliki kinerja yang cukup bagus.

Adapun, rencana pembelian saham PNMIM ini akan segera disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maryono berharap transaksi tersebut dapat segera rampung pada Juni 2019.

“Kami juga melihat PNMIM mencatatkan kinerja keuangan yang baik yang dapat mendukung bisnis utama Bank BTN di bidang pembiayaan perumahan,” kata Maryono

Sementara itu, dalam RBB 2019-2021, BBTN juga mengincar beberapa perusahaan lain untuk memperluas bisnisnya. Di antaranya, perseroan berencana memiliki anak usaha di bidang asuransi jiwa, asuransi umum, dan perusahaan pembiayaan. Pembentukan berbagai anak usaha tersebut difokuskan untuk mendukung penyediaan rumah yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

“Kami terus berupaya untuk mengoptimalkan pencapaian target Program Satu Juta Rumah,” ucapnya.

 Baca Juga: Gandeng KBI, BTN Tampung Dana yang Berputar di Bursa Berjangka

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, sinergi yang dilakukan ini cukup positif. Mengingat proses akuisisi ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama.

"Proses ini panjang tadinya BTN membangun sendiri tapi melihat ada uang lebih baik akan. Lebih baik kalau bersinergi," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini