Ridwan menyatakan Perseroan akan mengambil peran penting dalam pertumbuhan pasar yang menjanjikan pada produk sarung tangan karet. Sebagai pemasok utama bagi produsen sarung tangan, dengan porsi terbesar ekspor ke Malaysia, kontribusi pertumbuhan pasar ini sudah dirasakan Perseroan.
"Jumlah produksi cetakan sarung tangan Perseroan pada tahun 2018 mencapai 6,4 juta unit atau meningkat sebesar 28% dibandingkan dengan 5 juta unit pada tahun 2017," katanya.
Peningkatan produksi ini diikuti dengan peningkatan nilai penjualan sebesar 35,7% pada tahun 2018 menjadi Rp325,47 miliar dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp239,79 miliar. Pasar ekspor mencapai Rp 303,33 miliar atau sebesar 93,20% dari total penjualan Perseroan.
Diiringi dengan tingkat biaya yang lebih rendah pada tahun 2018 Perseroan berhasil mencatat kenaikan laba komprehensif sebesar 67,09% menjadi Rp 82,29 miliar, dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 49,25 miliar, dengan rasio margin laba komprehensif yang juga meningkat menjadi 25,28% dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar 20,54%.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.