nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Makanan dan Minuman Diprediksi Tumbuh di Atas 9%

Senin 22 April 2019 08:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 22 320 2046284 industri-makanan-dan-minuman-diprediksi-tumbuh-di-atas-9-pnnwi9PGs7.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kemenperin memproyeksikan industri makanan dan minuman dapat tumbuh di atas 9% pada 2019 karena mendapatkan tambahan investasi.

“Pemerintah akan terus menggenjot kinerja dan menarik investasi sektor industri berorientasi ekspor dan substistusi impor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Tahun ini, industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki siap untuk menanamkan modalnya total sebesar Rp79 triliun. Industri makanan dan minuman akan menggelontorkan investasi Rp63 triliun, naik 11% dari 2018.

Kemudian industri alas kaki dan TPT menyiapkan investasi masing-masing Rp2,8 triliun dan Rp14 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

 Baca Juga: Industri Makanan dan Minuman Tumbuh Tertinggi Sebesar 9,82 Persen

Pemerintah menjadikan subsektor industri padat karya tersebut sebagai motor pertumbuhan menufaktur serta penyumbang ekspor pengolahan nonmigas yang signifikan.

Pada 2018, ekspor nonmigas tercatat di angka USD130 miliar atau naik sebesar 3,98% dibanding 2017.

“Pada 2018, kontribusinya mencapai 72,25%. Selama ini memang industri menjadi penyumbang terbesar. Selain itu, artinya bahwa produk-produk industri manufaktur dalam negeri sudah banyak berbicara di level global,” tuturnya.

Kemenperin juga mencatat, investasi di sektor industri manufaktur terus tumbuh signifikan.

 Baca Juga: Industri Makanan dan Minuman Diproyeksi Tumbuh 8,5%

Pada 2014, penanaman modal masuk sebesar Rp195,74 triliun, kemudian naik mencapai Rp222,3 triliun di 2018.

Peningkatan investasi ini mendongkrak penyerapan tenaga kerja hingga 18,25 juta orang di 2018, yang berkontribusi sebesar 14,72% terhadap total tenaga kerja nasional.

“Dari 2015 ke 2018, terjadi kenaikan 17,4% dan ini diperkirakan bisa menambah lagi penyerapan tenaga kerjanya di tahun 2019 seiring adanya realisasi investasi,” ungkap Menperin.

Kemenperin menargetkan, sepanjang 2019 pertumbuhan industri manufaktur dapat mencapai 5,4%.

Subsektor yang diperkirakan tumbuh tinggi, antara lain industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini