nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Direvisi KSSK, Bagaimana Nasib Pembentukan Holding BUMN Perbankan?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 April 2019 13:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 22 320 2046404 direvisi-kssk-bagaimana-nasib-pembentukan-holding-bumn-perbankan-JXhc32lIJp.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membeberkan progres terkini mengenai pembentukan holding BUMN Perbankan. Saat ini progres pembentukan sendiri masih dalam tahap diskusi antar stakeholder.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, memang saat ini masih dalam tahap diskusi. Sebab menurutnya, beberapa waktu lalu, ada revisi yang dilakukan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

KSSK sendiri berisi beberapa Kementerian dan Lembaga pemerintah. Dari mulai Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, hingga Otoritas Jasa keuangan (OJK).

"Sudah kita revisi lagi tentang masukan dari KKSK Kemenkeu, OJK dan BI dan kita mau diskusi lagi dengan tim salah satunya KKSK," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/4/2019).

 Baca Juga: Pemerintah Tuntaskan 16 Holding BUMN, Ini Daftarnya

Menurut Gatot, revisi sendiri mencakup beberapa hal. Namun salah satu yang paling banyak dipertimbangkan adalah mengenai efisiensi dari pembentukan holding ini.

"Itu masukan masalah ada beberapa hal yang lebih realistis untuk di dalam quick win-nya," ucapnya.

Menurut pendapat KSSK, pembentukan holding ini harus bisa lebih efisien. Sebagai salah satu contohnya adalah dalam sistem pembayaran tidak boleh ada lagi masing-masing bank mengeluarkan sistemnya sendiri apabila sudah bergabung.

"Kita bisa seperti yang kita lakukan bersama ATM link saja itu kan sudah efisiensi bagus. Belum holding aja sudah ada efisiensi di masing-masing," katanya.

 Baca Juga: Begini Progres Pembentukan Holding BUMN Perbankan

Meskipun ada beberapa masukan dan revisi dari KSSK, Gatot memastikan jika pembentukan holding BUMN perbankan harus rampung pada tahun ini. Oleh karenanya, pihaknya akan mengkebut proses penyelesaian holding perbankan ini

"Enggak kok, tahun ini selesai," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini