Tak Dipakai Kementerian, Presiden Minta Sri Mulyani Alihkan Anggaran ke PUPR

Selasa 23 April 2019 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 23 20 2046964 tak-dipakai-kementerian-presiden-minta-sri-mulyani-alihkan-anggaran-ke-pupr-nHAbwr7NZk.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani mengalihkan anggaran kementerian, yang masih ragu ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membiayai pembangunan infrastruktur daerah.

"Melihat perjalanan empat tahun ini, Kementerian PUPR, yang bisa merealisasikan anggaran yang diberikan, (oleh karena itu) mungkin anggaran di kementerian lain yang masih ragu, dimasukkan ke PUPR," kata Presiden saat memberikan pengantar sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, dikutip dari Antaranews, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga: Ada APBN Perubahan, Kemenkeu: Evaluasinya Setelah Semester I

Menurut Kepala Negara, pembangunan infrastruktur masih akan terus dijalankan, terutama di daerah-daerah yang minim infrastruktur seperti jalan dan kebutuhan air.

"Belanja modal berbicara bahwa seluruh kabupaten dan provinsi memang kecenderungannya masih berkutat kepada infrastruktur, ada kekurangan di infrastruktur. Kebutuhan di infrastruktur itu baik jalan, juga masalah air. Oleh sebab itu, melihat perjalanan empat tahun ini, Kementerian PUPR, yang bisa merealisasikan anggaran yang diberikan," kata Presiden.

Dalam sidang kabinet yang digelar di Ruang Garuda Istana Bogor dan membahas ketersediaan anggaran dan pagu indikatif tahun 2020 ini, poin utama yang ditekankan adalah belanja modal yang diperkuat dan ditingkatkan.

Baca Juga: Penyaluran Bansos Meroket 106%, Kemenkeu: Tak Ada Kaitan dengan Pemilu

"Semua kementerian harus bisa memaksa organisasinya agar penyerapan anggarannya betul-betul bisa direalisasikan," kata Presiden.

Jokowi juga meminta kementerian dan lembaga mengurangi belanja barang sebanyak-banyaknya.

"Ibu Menkeu (Sri Mulyani) agar dilihat pada tahun yang posisinya normal, 2017, sebagai patokan untuk dipaksa ke angka-angka itu," tegasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini