nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikah Dulu Atau Beli Rumah Dulu?

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 15:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 23 470 2047027 menikah-dulu-atau-beli-rumah-dulu-89EqRo4I4f.jpeg Foto: Pexels.com

MENIKAH dulu atau beli rumah dulu? Mungkin pertanyaan ini ada dalam salah satu dari sekian pertimbangan yang Anda rasakan saat ini. Menikah atau membeli rumah keduanya tentu membutuhkan biaya, dimana setiap tahunnya biaya tersebut cenderung selalu naik.

Polemik antara menikah dulu atau beli rumah dulu umumnya akrab dengan tahap hidup milenial masa kini. Merujuk Rumah.com Property Affordability Sentiment Index, sebanyak 51% memang mengaku masih betah tinggal di rumah orang tua.

Meski tergolong lama dalam memutuskan untuk tinggal terpisah dari orang tua, namun para milenial tetap menyadari pentingnya punya rumah sendiri. Tak pelak, 87% milenial yang masih tinggal di rumah orang tua, menyatakan sudah merancang strategi untuk membeli rumah.

Lalu bagaimana dengan Anda? Apa yang patut masuk dalam pertimbangan saat akan memutuskan menikah dulu atau beli rumah dulu?

  • Pertimbangkan rencana karier Anda

Jika usia Anda masih tergolong cukup muda, misalnya di bawah 25 tahun, tentunya banyak rencana karier yang ingin dijalankan.

Mau punya rumah tapi ragu-ragu dengan kemampuan Anda untuk membayar cicilan KPR per bulannya? Cek hitung-hitungannya lewat kalkulator KPR persembahan Rumah.com.

Bila karir terbilang lebih penting dibandingkan menikah dalam waktu dekat, sebaiknya mulailah untuk sekaligus mencicil rumah yang sesuai dengan besaran gaji yang Anda miliki—jika tak cukup untuk membeli rumah, Anda bisa mencicil apartemen.

  • Pikirkan pernikahan yang sederhana

Sebesar-besarnya biaya pernikahan, tetap tak akan sebesar kenaikan harga properti. Pernikahan dapat dilakukan dengan sederhana, yang penting sah secara agama dan keluarga Anda merestuinya.

Jadi jika Anda belum dikejar oleh umur dan menikah masih bukan prioritas utama, cobalah untuk menyisihkan penghasilan sebagai DP rumah. Minimal ketika Anda menikah, Anda sudah memiliki tempat tinggal.

  • Pertimbangkan rencana setelah menikah

Bila Anda atau calon pasangan berencana untuk menjadi entrepreneur setelah menikah, misalnya dengan alasan agar memiliki waktu yang fleksibel untuk keluarga, berarti sebisa mungkin mulailah DP rumah sebelum menikah.

Setidaknya rumah yang sudah Anda miliki ketika menikah ini dapat menjadi jaminan jika pasangan atau Anda membutuhkan modal awal usaha Anda.

Salah satu aspek yang wajib diperhatikan ketika akan mencicil rumah adalah memahami cara menghitung bunga KPR.

  •  Ini pertimbangannya jika memilih menikah!

Memang ada kalanya, seseorang membutuhkan rekening bersama pasangan agar permohonan kredit dikabulkan oleh bank. Jika memang ini rencana Anda, berarti Anda harus menikah dahulu, setelah itu mulai untuk membeli rumah.

Bila rencana Anda seperti ini, maka menikahlah secara sederhana. Gunakan tabungan dan investasi untuk mengumpulkan DP rumah atau apartemen.

Bila mampunya membeli rumah yang agak jauh dari lokasi kerja, dan Anda akhirnya memilih tetap tinggal di rumah orangtua, sewakan rumah tersebut sebagai tambahan cicilan bulanan. Anggaplah rumah tersebut sebagai investasi Anda nantinya.

Bagi pasangan muda dan baru akan membeli rumah pertama, tak perlu mencari yang terlalu besar. Harga rumah khususnya di Indonesia punya tren selalu naik, melebihi nilai inflasi tahunan.

Untuk itu beli rumah yang kecil dulu. Saat ada rezeki lebih, Anda bisa menjual rumahnya untuk tambahan membeli rumah yang lebih besar.

(ris)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini