nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BTN Kantongi KPR Milenial Rp2,2 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 16:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 23 470 2047041 btn-kantongi-kpr-milenial-rp2-2-triliun-y2qxsqMMlo.jpg Ilustrasi Rumah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memaparkan progres terkini mengenai program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus milenial yang diberi nama KPR Gaess. KPR Gaess diluncurkan pada Oktober 2018.

Direktur Consumer Banking Bank BTN Budi Satria mengatakan, pasca diluncurkan beberapa waktu lalu, banyak milenial yang tertarik dengan program ini. Hal tersebut tergambar dari jumlah transaksi yang sudah dilakukan.

Selama triwulan I-2019, total transaksi dari KPR Milenial itu mencapai Rp2,2 triliun. Sedangkan total transaksi yang ditargetkan dari KPR Gaes sebesar Rp7 triliun pada tahun ini.

"Ada Rp2,2 triliun lebih yang diputuskan melalui KPR online," ujarnya saat ditemui di Menara BTN, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga: Bank BTN Salurkan Rp22,65 Triliun untuk 207.317 Rumah di Kuartal-2019

Apalagi beberapa waktu lalu, Bank BTN sendiri mengadakan akad massal. Dari akad massal yang dilakukan cukup terlihat jika banyak sekali milenial yang berminat untuk mencari rumah.

"Kemarin kita mengadakan akad masal secara nasional. Kita temukan banyak sekali milenial yang ikut akad," kata Budi.

Apalagi berdasarkan data yang didapat dari aplikasi BTNProperti sendiri banyak milenial yang mengaksesnya untuk mencari rumah. Dari aplikasi tersebut tercatat ada sekitar 2,9 juta pengunjung milenial yang mencari rumah.

Baca Juga: BTN Raup Laba Bersih Rp723 Miliar di Kuartal I-2019, Naik 5%

"Saat ini kita lebih mengutamakan media sosial lewat Facebook, Instagram, posisi media konvensional Salah satu aplikasinya adalah lewat online. Dari data yang kita miliki sudah 2,9 juta pengunjung BTNproperti," jelasnya.

Dari 2,9 juta milenial yang mencari rumah, paling banyak adalah mencari rumah landid yang mana mayoritas berada di kawasan pedesaan. Sedangkan dikawasan perkotaan seperti Jakarta mayoritas mencari apartemen.

"Tergantung kalau diluar Jakarta itu biasanya nyari landid house kalau di Jakarta apartemen karena kan susah nyari rumah tapak," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini