nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: KSSK Tak Pernah Bahas Pembentukan Holding Perbankan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 08:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 24 320 2047282 sri-mulyani-kssk-tak-pernah-bahas-pembentukan-holding-perbankan-Lweg610VTG.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengaku belum melakukan pembahasan apapun tentang pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perbankan. Hal tersebut sekaligus membantah pernyataan Deputi Jasa Keuangan, Survey, dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo belum lama ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga saat ini belum ada pembahasan apapun mengenai pembentukan holding BUMN perbankan. Apalagi mengenai revisi pembentukan hodling BUMN perbankan yang disebut oleh Kementerian BUMN.

"KSSK tidak dan belum membahas holding bank BUMN," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (23/4/2019) malam.

 Baca Juga: Direvisi KSSK, Bagaimana Nasib Pembentukan Holding BUMN Perbankan?

Meskipun begitu, lanjut Sri Mulyani, pihaknya akan terus memantau perkembangan pembentukan holding BUMN perbankan. Pemantauan ini dilakukan agar pembentukan holding BUMN perbankan ini tidak menganggu sistem keuangan dalam negeri.

"Tapi kita tetap memantau faktor apa saja yang mempengaruhi dan mengganggu sektor keuangan dan itu terus kita waspadai," katanya.

Sebagai informasi sebelumnya, Gatot mengatkan pihaknya optimistis holding perbankan BUMN akan terealisasi pada tahun ini. Saat ini menurutnya pembentukan holding bank BUMN masih dalam tahap revisi berdasarkan masukan KSSK.

"Tahun ini, tetap, Insya Allah. Sudah kita revisi lagi tentang masukan dari KSSK, Kemenkeu, OJK dan BI dan kita mau diskusi lagi dengan tim salah satunya KSSK itu," kata Gatot.

 Baca Juga: Alasan Menteri Basuki 'Tahan' Pembentukan Holding Infrastruktur

Menurut Gatot, masukan tersebut terkait langkah yang harus diambil dalam program percepatan (quick win) pada proses holding ini. Beberapa di antaranya mengenai efisiensi dan penggunaan teknologi.

"Ya quick win-nya kan, soal efisiensi itu hal yang biasa kalau kita holding. Jadi holding pasti ada efisiensi, bisa seperti yang kita lakukan bersama ATM link saja, itu kan sudah efisiensi bagus. Belum holding aja sudah ada efisiensi di masing-masing," kata Gatot.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini