nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Holding BUMN Penerbangan Didukung Garuda, Sikap AP I dan II?

Anggun Tifani, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 19:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 24 320 2047625 holding-bumn-penerbangan-didukung-garuda-sikap-ap-i-dan-ii-FMliGBkg7r.jpg foto: Okezone

TANGERANG – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyambut baik rencana pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penerbangan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan, rencana holding yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN tak terlalu dipermasalahkan pihaknya.

"Kalau dari sisi Garuda sendiri baik dari manajemen maupun serikat kita mendukung tidak ada keberatan. Mungkin kalau ada keberatan dari serikat AP (Angkasa Pura) I maupun AP II saya nggak bisa komentar. Ya mungkin bisa ditanya ke yang bersangkutan," tuturnya saat konferensi pers di Garuda City Center, Tangerang, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga: Anak Usaha Pertamina Masuk Holding BUMN Penerbangan

Fuad menegaskan, bahwa dengan adanya rencana holding tersebut bukan untuk pelemahan salah satu pihak yang nantinya akan dilakukan holding.

"Ini tujuan daripada holding ini sendiri adalah tidak untuk melemahkan masing-masing anggota member, tapi untuk mengusahakan masing-masing member holding yaitu Garuda, AP I dan AP II, AirNav dan Pelita," jelasnya.

Hingga kini, pengkajian dan pembahasan soal rencana holding tersebut masih di dalam pembahasan dengan berbagai pihak terkait.

Baca Juga: Sri Mulyani: KSSK Tak Pernah Bahas Pembentukan Holding Perbankan

"Nah prosesnya sampai saat ini dalam tahap koordinasi, kajian juga sudah dilakukan oleh konsultan. Mungkin kita akan koordinasi lagi dengan kementerian BUMN. Ada dari pihak Kemenhub juga jadi memang prosesnya masih berjalan," ucapnya.

Sebelumnya, isu holding sejumlah perusahaan penerbangan oleh BUMN, menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi karyawan PT Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II. Serikat pekerja Angkasa Pura pun, telah melayangkan surat kepada Kementerian BUMN mengenai kejelasan rencana tersebut. Hal yang dikhawatirkan oleh karyawan Angkasa Pura, yakni akan digabung dengan perusahaan yang kurang dari segi finansial.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini