nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Usaha Pertamina Masuk Holding BUMN Penerbangan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 April 2019 14:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 22 320 2046449 anak-usaha-pertamina-masuk-holding-bumn-penerbangan-FWBvY7SItQ.jpg Foto Pesawat (Ilustsrasi: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membeberkan progres terkini pembentukan holding BUMN penerbangan. Dalam holding tersebut akan ada satu perusahaan lagi yang masuk menjadi anggotannya.

Deputi Bidang Usaha Jasa keuangan Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Tirhargo mengatakan, Pelita Air Service akan masuk menjadi anggota dari holding BUMN penerbangan. Anak usaha Pertamina ini akan berfokus pada bisnis kargo bersama dengan Garuda Indonesia.

"Ada Pelita Air Service masuk. Tapi karena Pelita milik Pertamina, jadi fokus secara generik untuk Pelita sebagai chapter flight dan kargo," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Baca Juga: Direvisi KSSK, Bagaimana Nasib Pembentukan Holding BUMN Perbankan?

Pertamina akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu agar bisa terintegrasi. Karena jika tidak terintegrasi bisa mengalami tabrakan sesama lini bisnis perusahaan plat merah.

"Jadi kargo in line dengan Garuda, Pelita, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Kita in line kan karena Pertamina juga masih punya tugas untuk BBM satu harga di Papua," katanya.

Pelita Air Service berencana membeli beberapa pesawat Air Bus A400. Diharapkan dengan pembelian ini, penyaluran Bahan bakar Minyak (BBM) satu harga di wilayah timur Indonesia bisa lancar.

"Karena Pertamina juga masih punya tugas untuk BBm satu harga di Papua, sehingga ke depan Pertamina juga akan beli Airbus A400,” katanya.

Baca Juga: Alasan Menteri Basuki 'Tahan' Pembentukan Holding Infrastruktur

Sebagai informasi, Pembentukan holding penerbangan tertuang pada Surat Menteri BUMN Nomor S-180/MBU/03/2019 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Kajian Pembentukan Holding BUMN Sarana dan Prasarana Perhubungan Udara yang ditujukan pada Menteri Keuangan RI.

Dalam surat itu, ada empat perusahaan yang masuk dalam holding penerbangan, yaitu PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Survai Udara Penas (Persero).

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini