Share

Sarana Menara Bagikan Dividen Rp23,52/Saham

Kamis 25 April 2019 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 25 278 2047900 sarana-menara-bagikan-dividen-rp23-52-saham-JY2K3hDm8e.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memutuskan membagikan sisa dividen untuk tahun buku 2018 sebesar Rp894 miliar pada Mei 2019. Adapun, total dividen yang dibagikan sebesar Rp1,2 triliun dari laba bersih atau sebesar Rp23,52 per saham untuk tahun buku 2018.

Kata Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara, Adam Gifari, pembagian dividen ini merupakan hasil pencapaian positif perseroan di 2018. “Nilai total dividen tahun 2018 sejumlah Rp1,2 triliun ini merepresentasikan yield dividen disetahunkan setara dengan 3,3% berdasarkan data penutupan perdagangan saham per 23 April 2019,”ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: Sarana Menara Nusantara Terima Pengalihan Saham dari KIN

Sebagai informasi, perseroan berhasil mencetak kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 4,75% menjadi Rp2,20 triliun pada 2018 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp2,10 triliun. Sementara itu, pendapatan TOWR juga tercatat naik 10% menjadi Rp5,86 triliun secara tahunan (yoy) dari posisi pada 2017 sebesar Rp5,33 triliun.

Sebelumnya, TOWR telah membayarkan dividen interim tunai tahun buku 2018 sebesar Rp306 miliar atau Rp6 per saham pada 21 Desember 2018. Dengan demikian, sisanya sebesar Rp894 miliar atau Rp17,52 per saham akan dibayarkan pada tahun ini di sekitar 24 Mei 2019. Selanjutnya dalam Rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPSLB) juga menyampaikan bakal terus melanjutkan program pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya 5% yang masih berlaku untuk kurun waktu 18 bulan sejak disetujuinya program pembelian kembali saham (buy back) pada tahun lalu.

Selain itu, dalam RUPST tersebut, TOWR juga menunjuk dan mengangkat Honggo Widjojo Kusumo sebagai Komisaris Independen menggantikan Alexander Rusli yang mengajukan permohonan pengunduran diri pada Februari 2019. Adapun, Widjojo Kusumo sebelumnya pernah menjabat sebagai Presiden Komisioner PT Bank DKI, Presiden Komisioner PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. serta lama berkarir di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

ihsg

Kalangan analis menilai, pencapaian positif kinerja TOWR menjadi alasan bagi investor untuk layak mengkoleksi sahamnya. Lucky Ariesandi, analis Bahana Sekuritas memproyeksikan kinerja TOWR akan tetap tumbuh karena didukung perpanjangan sewa dari operator telepon. TOWR melaporkan berhasil memperbarui perpanjangan sewa yang akan berakhir di 2019-2022 dari Hutchison dan XL Axiata (EXCL) selama 10 tahun ke depan.

Tarif sewa baru dari perpanjangan sewa tersebut sebesar Rp13 juta hingga Rp14 juta per bulan. Tarif tersebut memang tercatat lebih rendah 25% dari kontrak yang lama, tetapi Lucky menilai tarif tersebut masih dalam batas yang wajar. "Biaya operasi TOWR cukup kecil di 8% per tahun dengan tarif sewa Rp13 juta mereka masih mendapat keuntungan yang lumayan," kata Lucky.

Menurutnya, dengan perpanjangan sewa baru tersebut diproyeksikan pendapatan TOWR hingga 2032 bisa terdorong ke Rp43 triliun. Selain berhasil mendapat perpanjangan sewa, Lucky memproyeksikan kinerja TOWR mampu kembali tumbuh karena mendapat sentimen positif dari modal kerja para emiten operator telepon yang naik.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini