Astra Kantongi Laba Bersih Rp5,2 Triliun di Kuartal I-2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 26 278 2048328 astra-kantongi-laba-bersih-rp5-2-triliun-di-kuartal-i-2019-RYNtNvaEwE.jpeg Konferensi Pers Astra (Yohana/Okezone)

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) mengantongi laba bersih sebesar Rp5.215 pada kuartal I 2019. Realisasi ini meningkat 5% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4.980 triliun.

"Kinerja kuartal I 2019 cukup baik di tengah kondisi ekonomi makro saat ini, bisa tumbuh 5%," ujar Head of Investor Relations PT Astra International Tira Ardianti, dalam diskusi di Menara Astra, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Kinerja tersebut ditopang oleh pendapatan bersih perseroan sebesar Rp59,6 triliun atau naik 7% dari periode kuartal I 2018 yang sebesar Rp55,8 triliun.

Baca Juga: Astra Bagikan Dividen Rp8,6 Triliun

Tira mengatakan kontribusi besar dari pendapatan perseroan disumbang dari bisnis jasa keuangan dan alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, serta properti. Kenaikan itu lebih tinggi dari penurunan kontribusi bisnis otomotif dan agribisnis.

Lini bisnis jasa keuangan mengalami peningkatan laba bersih tertinggi yakni meningkat 32%. Pada kuartal I 2018 sebesar Rp1,06 triliun menjadi Rp1,4 triliun di kuartal I 2019.

Kemudian dari lini alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 20%. Di mana pada kuartal I 2019 sebesar Rp1,8 triliun dari kuartal I 2018 yang sebesar Rp1,5 triliun.

"Dalam lini bisnis ini, meski bisnis batu bara agak turun karena harga di dunia menurun, namun terbantu dengan kontribusi dari bisnis tambang emas yang baru di akuisisi," jelas dia.

ihsg

Lalu dari lini bisnis properti tercatat tumbuh 150%, di mana hingga Maret 2019 sebesar Rp15 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6 miliar. miliar. "Utamanya disumbang dari laba bersih Menara Astra," imbuhnya.

Sementara laba bersih dari lini bisnis otomotif mengalami penurunan 10%. Di mana pada kuartal I 2018 sebesar Rp2,10 menjadi Rp1,90 triliun di kuartal I 2019. Menurut Tira, penurunan kontribusi laba bersih bisnis otomotif dikarenakan volume penjualan mobil yang menurun.

Penurunan tersebut juga diikuti oleh kontribusi lini agribisnis yang turun 89%. Laba bersih yang didapatkan Rp30 miliar di kuartal I 2019 dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp283 miliar.

"Di agribrisnis itu mengalami penurunan karena harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sedang tidak begitu menarik, sehingga mempengaruhi laba bersih setiap perusahaan palm oil, termasuk Astra yang profitnya turun 98%. Harga rata-rata penjualan CPO turun sekitar 20%," jelas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini