nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wamen ESDM: Repsol Percepat Produksi Blok Sakakemang

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 14:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 26 320 2048366 wamen-esdm-repsol-percepat-produksi-blok-sakakemang-stv5sF2tuP.jpg Foto: Wamen ESDM di Kantor Repsol Madrid (Kementerian ESDM)

JAKARTA - Produksi pertama minyak dan gas (first oil) dari Blok Sakakemang di Sumatera Selatan ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu kurang dalam 3 tahun ke depan. Hal ini menjadi komitmen Chief Executive Officer (CEO) Repsol Josu Jon Imaz dalam pertemuan dengan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di kantor pusat Repsol di Madrid, Spanyol Rabu 24 April 2019.

"Kami bersyukur dan gembira bahwa Repsol memiliki komitmen untuk mempercepat produksi migas di Sakakemang dari 5 tahun menjadi kurang dari tiga tahun. Pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar upaya ini dapat terwujud," jelas Arcandra Tahar, dalam keterangannya, Jumat (26/4/2019).

Arcandra menambahkan, bentuk dukungan pemerintah di antaranya adalah proses persetujuan plan of development (POD) yang cepat dan juga dukungan administratif lain yang memungkinan target Repsol tercapai. Langkah ini dilakukan pemerintah untuk memastikan bahwa proses eksplorasi dan produksi migas di Indonesia, khususnya dari blok Sakakemang berjalan cepat.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Blok Rokan Dimanfaatkan untuk Kemakmuran Rakyat

Dalam pertemuan dengan para Executive Repsol di Madrid juga dibahas mengenai kerjasama pengembangan teknologi enhanced oil recovery (EOR) di beberapa blok migas di Indonesia. Hadir dalam pertemuan ini Tomas Garcia Blanco, Executive Managing Director of Exploration and Production Repsol dan Hermono, Dubes RI untuk Spanyol, Sukandar, Wakil Kepala SKK Migas, Jaffee Suardin, Deputi Perencanaan SKK Migas dan Mustafid Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM. 

"Kehadiran kami di Madrid merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus memperkuat hubungan dengan para investor migas global dan menarik lebih banyak investasi migas di Indonesia. Dengan berbagai teroboson regulasi dan pemangkasan ratusan aturan yang tidak produktif, kami optimis investasi migas akan terus meningkat," ujar Arcandra.

Blok Sakakemang menjadi salah satu temuan migas terbesar di dunia selama periode 2018-2019. Dengan cadangan terbukti gas bumi mencapai sekitar 2 triliun kaki kubik (tcf), temuan Repsol ini juga menjadi yang terbesar di Indonesia selama 18 tahun terakhir.

Baca Juga: 11 KKKS Minati Lima Blok Migas

Menurut Arcandra percepatan produksi gas di blok Sakakemang akan semakin memperkuat neraca gas di Indonesia. Apalagi secara geografis lokasi Sakakemang berdekatan dengan blok Corridor yang sudah matang infrastrukturnya. Sehingga dimungkinkan untuk optimalisasi infrastruktur yang sudah ada untuk mendukug produksi di Sakakemang.

"Pemerintah akan terus berupaya, melakukan inisatif-inisiatif yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi gas nasional. Sehingga kekhawatiran bahwa Indonesia akan impor gas bumi dalam beberapa tahun ke depan tidak terbukti," tegas Arcandra Tahar.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini