nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Alih Kelola, SKK Migas Jaga Produksi Blok Rokan

Kamis 11 Juli 2019 18:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 11 320 2077622 jelang-alih-kelola-skk-migas-jaga-produksi-blok-rokan-dI8wONDGFy.jpg Produksi migas (Foto: Reuters)

PEKANBARU - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan tim alih kelola Blok Rokan dalam waktu dekat akan dibentuk untuk memastikan transisi pengelolaan ladang minyak di Provinsi Riau itu berjalan lancar.

“Pemerintah dalam waktu sangat dekat akan ada titik temu. Untuk bentuk tim butuh waktu, butuh kesepakatan-kesepakatan, pertemuan-pertemuan antar para pihak,” kata Kepala SKK Migas Sumatera Bagian Utara Avicenna Darwis, dikutip dari Antaranews, Pekanbaru, Riau, Kamis (11/7/2019).

Baca Juga: KESDM Tawarkan Blok Migas ke Mubadala hingga Petronas

Avicenna menyampaikan hal tersebut menanggapi menurunnya produksi Blok Rokan yang masih dikelola PT Chevron Pacific Indonesia pada akhir masa kontrak perusahaan itu, yang habis pada 2021. Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan selanjutnya pada PT Pertamina (Persero).

Dia mengakui kondisi di akhir masa kontrak operator yang ada tentu imbasnya adalah penurunan produksi minyak. Hal tersebut disebabkan karena Chevron tentu mengurangi investasinya di ladang minyak tersebut.

Baca Juga: Buka Lelang WK Migas Tahap II, Pemerintah Incar Signature Bonus USD39 Juta

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, lanjut Avicenna, pemerintah membentuk tim alih kelola blok Rokan. Tim tersebut intinya Chevron dan Pertamina mencari kesepakatan dalam proses transisi, di antaranya seperti menyangkut isu lingkungan hidup, sumber daya manusia, dan menyangkut data.

“Yang jadi tantangan adalah menyangkut data, karena membangun data tidak dibangun dalam setahun, dua tahun,” katanya.

Isu peralihan operator di wilayah kerja yang besar diakuinya tidak gampang untuk menentukan skema dan model investasinya. Avicenna menyatakan prosesnya hampir rampung, yang diharapkan sebelum berakhirnya kontrak wilayah kerja 2021, Pertamina bisa masuk untuk investasi.

“Sekarang sudah di ujung proses, karena sangat kompleks apalagi peralihan wilayah kerja yang produksi (minyak) hampir 200.000 atau sekitar 190.000 (barel per hari),” katanya.

Sebelumnya, SKK Migas menargetkan lifting minyak Blok Rokan tahun ini hanya sebesar 190.000 barel minyak per hari (BOPD), turun 9,2% dibandingkan realisasi tahun 2018 yang mencapai 209.478 BOPD.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini