Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Untung Rugi Investasi Saham

Untung Rugi Investasi Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

Faktor lain yang bisa menyebabkan harga saham turun adalah sektor usaha emiten yang sedang tidak bagus. Contoh, industri pertambangan dan perkebunan sempat tidak bagus dalam beberapa tahun, karena turunnya harga komoditi tambang dan perkebunan di pasar komoditas dunia.

Faktor perekonomian suatu negara, keamanan dan stabilitas juga bisa memengaruhi sentimen investor di pasar saham. Jika investor merasa tidak nyaman dan tidak aman, mereka akan menjual saham-saham miliknya yang menyebabkan harga saham akan mengalami penurunan.

Saham yang berpotensi mengalami kenaikan harga adalah saham-saham perusahaan yang kinerja keuangannya terus bertumbuh dengan baik. Ditambah sektor usaha yang baik pula, dan iklim investasi yang positif, menjadi peluang untuk kenaikan harga saham atau potensi keuntungan yang besar.

Baca Juga: Strategi dalam Berinvestasi Syariah di Pasar Modal

Jadi, pilihlah saham-saham yang memiliki fundamental keuangan yang baik. Dan mulailah membeli saham ketika harga-harga saham sedang rendah, sehingga punya peluang mendapatkan capital gain atau keuntungan yang besar saat kondisi ekonomi dan politik membaik. Bukan sebaliknya, membeli pada saat kondisi sudah sangat baik dan harga-harga saham sedang tinggi.

Untuk mengukur tinggi rendahnya harga saham, bisa diamati dari indikator PER (Price Earning Ratio) setiap saham. Semakin kecil PER berarti semakin murah harga saham tersebut. Bandingkan dengan saham di sektor usaha yang sama. Jika PER suatu perusahaan lebih kecil dibanding kompetitornya, maka ia punya potensi untuk naik menyamai PER industri.

Investor juga bisa bertanya ke analis saham yang ada di perusahaan efek. Tanyakan berapa book value saham yang ingin dibeli. Bandingkan book value dengan harga saham di BEI. Jika harga saham ada di atas book value, berarti saham tersebut sudah terlalu tinggi harganya. Sebaliknya, jika harga saham di bawah book value, berarti saham tersebut masih murah dan bagus untuk dipilih. Karena pada akhirnya, harga saham yang ideal akan menyamai book value sahamnya.

 IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini

Potensi keuntungan kedua dari investasi saham adalah dividen. Perusahaan yang sahamnya tercatat di BEI akan membagikan dividen dari laba yang dibukukan perusahaan. Besarnya persentase dividen yang diambil dari laba ditentukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tetapi jika perusahaan tidak mengalami keuntungan, otomatis tidak akan membagikan dividen kepada pemegang sahamnya.

Salah satu strategi untuk mengoptimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian dalam berinvestasi saham adalah dengan melakukan investasi dalam jangka waktu panjang. Abaikan naik turunnya harga dalam jangka waktu pendek. Karena harga saham memang selalu berfluktuasi. Jangka panjang dalam investasi saham adalah di atas tiga tahun.

Strategi berikutnya adalah melakukan diversifikasi saham. Atau membeli lebih dari satu jenis saham. Sehingga jika salah satu saham mengalami penurunan harga, ada saham lainnya yang berpotensi naik, agar modal investasi tidak tergerus seluruhnya. Semakin banyak saham yang dimiliki semakin minimal risiko investasi.

(TIM BEI)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement