nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkuak Fakta, Banyak Perusahaan Tercatat di BEI Belum Bayar Pajak

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 29 April 2019 18:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 29 20 2049510 terkuak-fakta-banyak-perusahaan-tercatat-di-bei-belum-bayar-pajak-FYGmsj9bri.png Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyebut masih ada beberapa perusahaan yang telat membayar pajaknya. Tak terkecuali bagi perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan, ada beberapa permasalahan yang menyebabkan perusahaan tersebut tidak membayar atau melaporkan pajaknya. Utamannya adalah karena adanya laporan yang belum diselesaikan antara petugas pajak dan perusahaan.

Meskipun begitu lanjut Hestu dirinya belum bisa memastikan berapa jumlah pasti dari perusahaan terbuka yang belum membayar pajaknya. Sebab, dirinya harus melihat detail datanya terlebih dahulu.

" Ya ada saja permasalahannya tapi kan kalau ada pemeriksaan dan dan tetap ada itu masalah dispute bukan karena dia tidak mau bayar tapi ada hal-hal yang belum ketemu antra petugas pajak, pemeriksa dan wajib pajak," ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Senin (29/4/2019).

 Baca Juga: Dapat Insentif Pajak, DJP-BEI Geber Perusahaan Go Public

Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dengan BEI untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak badan. Misalnya dengan melakukan sinkronisasi data antara DJP dengan BEI.

"Kalau emiten laporkan ke BEI dan data langsung keluar jadi harus sinkron, dengan waktu yang juga kita bisa lebih cepat kalau dibandingkan menunggu spt dilaporkan, laporan keuangan sudah bisa dianalisa, dan lakukan pembinaaan emiten dari sisi pajak," ujarnya.

 Baca Juga: BEI Sebut 14 Calon Emiten Segera Melantai di Bursa

Selain itu, kolaborasi dengan BEI ini juga dilakukan dengan cara memperdalam atau mengembangkan pasar modal sekaligus melakukan program sosialisasi bersama.

"Karena kan kalau perushaan sudah go public yang melihat tidak hanya pajak tapi yang melihat itu pemegang saham publik, OJK dan lembaga lain tentunya ini mendorong wajib pajak yang go public dapat lebih tertib dalam administrasi perpajakan," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini