RUPS XL Putuskan Tak Bagi Dividen dan Umumkan Perubahan Direksi

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 29 April 2019 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 29 278 2049397 rups-xl-putuskan-tak-bagi-dividen-dan-umumkan-perubahan-direksi-2aodjYzrgR.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Salah satu keputusan telah dicapai mengangkat kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang sudah habis masa jabatannya tahun ini.

“Dengan memperhatikan keputusan di atas, maka susunan anggota Direksi serta Dewan Komisaris Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan berakhirnya masa jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan,” ujar Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, dalam keterangannya, Senin (29/4/2019).

Berikut susunan direksi sebagai berikut:

Direksi :

Presiden Direktur : Dian Siswarini

Direktur : Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin

Direktur : Allan Bonke

Baca Juga: XL Axiata Catat Rugi Bersih Rp3,29 Triliun

Direktur : Abhijit Jayant Navalekar

Direktur : Yessie Dianty Yosetya

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Dr. Muhamad Chatib Basri

Komisaris : Ybhg. Tan Sri Jamaludin bin Ibrahim

Komisaris : Vivek Sood

Komisaris : Kenneth Shen

Baca Juga: XL Bakal Rilis Obligasi Rp2 Triliun

Komisaris : Peter John Chambers

Komisaris : Dr. David Robert Dean

Komisaris Independen : Yasmin Stamboel Wirjawan

Komisaris Independen : Muliadi Rahardja

Komisaris Independen : Julianto Sidarto

Selanjutnya di dalam Rapat disampaikan beberapa pemberitahuan kepada Pemegang Saham antara lain tidak adanya pembagian deviden serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi dan sukuk ijarah PT XL Axiata Tbk.

Dia mengatakan, XL Axiata juga mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 0,4% atau lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu.

“Ini terutama didorong oleh pendapatan dari layanan data yang meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Peningkatan ini memperbesar kontribusi pendapatan layanan data pada total pendapatan perusahaan menjadi 80% di 2018, meningkat dari 69% di tahun sebelumnya,” ujar

Dian menyebutkan bahwa peningkatan pendapatan dari data yang sangat pesat tersebut tidak hanya lebih tinggi dari perolehan industri, namun juga mampu menutup dampak negatif dari penurunan pendapatan layanan tradisional voice dan SMS. Pencapaian ini juga merupakan prestasi tersendiri karena operator lain merasakan dampak yang lebih berat dari penurunan kinerja kedua layanan warisan masa lalu tersebut.

“Hingga tutup tahun 2018, EBITDA mengalami peningkatan sebesar 2% YoY, dengan margin naik 1 ppt menjadi 37,0%. Capaian ini terutama terdorong oleh peningkatan pendapatan dan lebih berfokusnya perusahaan pada efisiensi biaya,” ujarnya.

Dalam rapat ini, Dian juga menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi dan sukuk ijarah PT XL Axiata Tbk. untuk belanja modal atau capital expenditure dalam upaya pengembangan jaringan data secara masif di seluruh Indonesia.

Pada realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan I XL Axiata tahap I tahun 2018, sampai dengan 31 Desember 2018, dari hasil bersih sebesar Rp 994,1 miliar telah dipergunakan dana sebesar Rp 947,4 miliar untuk belanja modal berupa radio base station, optical project (atau fiber optic), dan belanja modal lainnya.

Sisa dana sebesar Rp 46,7 miliar telah ditempatkan sebagai deposito di PT Bank Bukopin Tbk dengan tingkat suku bunga per tahun sebesar 9,25%. Sisa dana ini selanjutnya telah dipergunakan seluruhnya untuk belanja modal sampai dengan 31 Januari 2019 dan akan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan pada periode pelaporan berikutnya Juni 2019.

Pada saat bersamaan, untuk realisasi penggunaan dana hasil bersih penawaran umum berkelanjutan sukuk ijarah berkelanjutan II XL Axiata tahap I tahun 2018 sebesar Rp994,4 miliar sampai dengan 31 Desember 2018.

“Perusahaan telah mempergunakan dana seluruhnya untuk belanja modal berupa radio base station, optical project (atau fiber optic), dan belanja modal lainnya,” tuturnya.

Selanjutnya, untuk realisasi penggunaan dana hasil bersih penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan I XL Axiata tahap II tahun 2019 dan penawaran umum berkelanjutan sukuk ijarah berkelanjutan II XL Axiata tahap II tahun 2019 dengan masing-masing sebesar Rp631,5 miliar dan Rp637,7 miliar sampai dengan 31 Maret 2019, Perseroan telah mempergunakan dana seluruhnya untuk belanja modal berupa base station subsystem (BSS) dan transmisi fiber optic.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini