Seberapa Perlu Ibu Kota Pindah dari Jakarta?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2019 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 01 470 2050268 seberapa-perlu-ibu-kota-pindah-dari-jakarta-S2c2dHe2tl.jpg Potret Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA – Rencana pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke kota lain di luar Pulau Jawa dinilai keputusan yang tepat.

Pengamat Transportasi dan Perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna menyebut, Jakarta sudah memiliki banyak permasalahan sebagai Ibu Kota, baik itu dalam transportasi, sanitasi, kepadatan penduduk, hingga penurunan permukaan tanah.

"Indonesia perlu Ibu Kota yang tidak punya masalah. Kalau Ibu Kota punya masalah berat itu bisa membuat beban resources kota itu semakin lama habis hanya untuk menanggulangi masalahnya" ujarnya kepada Okezone, Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Baca Juga: Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa, Bisnis di Jakarta Tetap Berjalan Baik

Dia menyatakan persoalan kemacetan di Jakarta sudah merugikan Rp60 triliun hingga Rp100 triliun per tahun. Kondisi lainnya, permukaan tanah Jakarta terus menurun, banjir yang terus melanda setiap tahunnya, juga sanitasi yang buruk.

"Membuat Indonesia tidak sempat memiliki sebuah kota yang lebih maju karena terbebani persoalan lingkungan, belum lagi persoalan urbanisasi," katanya.

Selain itu, Yayat menilai Indonesia membutuhkan Ibu Kota yang memang memiliki satu fungsi saja yakni sebagai pusat pemerintahan. Dia pun meyakini dengan pindahnya pusat pemerintahan Indonesia ke luar Jawa akan membuat pekerjaan pemerintah lebih efektif. Sebab, tak terkendala dengan persoalan banjir dan kemacetan Jakarta.

Baca Juga: PTPP Intip Peluang di Rencana Pemindahan Ibu Kota

"Kalau pemerintah pusat di Jakarta kerjanya enggak efektif karena kena macet dan banjir, jadi rugi waktu dan biaya. Nanti kalau pemerintahnya pindah kesana (Ibu Kota baru) pemerintah akan lebih efektif memikirkan Indonesia," katanya.

Menurutnya, perpindahan Ibu Kota ini juga menunjukkan pemerataan, sehingga tak lagi Jakarta sentris melainkan Indonesia sentris. Pasalnya, selama ini segala informasi dan perhatian terfokuskan pada Jakarta.

"Kalau dengar Jakarta banjir atau macet, seakan seluruh Indonesia mengalami. Pemilihan gubernur DKI Jakarta saja sudah seakan pemilihan presiden," tutup dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini