"Sementara itu tahun 2045, Aparatur Sipil Negara dan penduduk akan diisi oleh kaum yang saat ini banyak disebut sebagai generasi milenial. Generasi yang tidak perlu kantor tetap, lebih bisa kerja di 'co working space' atau sistem kerja gabungan non formal dengan dunia virtual," jelasnya.
Oleh sebab itu, kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap rancangan 'government co working space'. Sehingga masalah infrastructure sharing tidak boleh dilupakan, baik juga masalah keamanan fisik, virtual, hoax, dan hacker perlu di antisipasi lebih baik lagi.
"Dengan demikian pemindahan ibu kota perlu dipikirkan lebih masak lagi, tetapi yang lebih penting lagi bagaimana visi atau bentuk pemerintahan yang berakibat kebutuhan fisik dan virtual yang saling melengkapi," tutupnya.
(Feby Novalius)