Tarif Baru Ojol, Penumpang: Harganya Jadi Mahal Banget!

Rani Hardjanti, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 02 320 2050517 tarif-baru-ojol-penumpang-harganya-jadi-mahal-banget-IihegrsTo9.jpg Foto: Ojek Online (Okezone)

JAKARTA - Hari ini merupakan babak baru bagi industri ojok online (Ojol). Di mana tarif Ojol kini diberlakukan dengan pembagian zonasi dan penentuan tarif batas bawah sesuai dengan Keputusan Kementerian Pehubungan.

Mengimplementasikan aturan tersebut, banyak pengguna ojol menjadi kaget. Pasalnya tarif yang terpampang di aplikasi menjadi sangat mahal. Perubahan tarif ini pun banyak membuat penumpang terkejut. Seperti yang dialami

karyawati swasta Nia M Jannah. Dia berdomisili di Jati Jajar, Depok, dan bekerja di bilangan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Dia biasa menggunakan tranportasi ojol ke stasiun Depok Lama menuju kantornya.

Baca Juga: Era Ojek Online Bertarif Murah Berakhir

"Jadi mahal banget, kalau pagi dari rumah biasanya Rp13.000, sekarang jadi Rp19.000. Saya sampai enggak jadi naik. Akhirnya saya minta tolong dianterin suami," ujar ibu yang sedang hamil ini kepada Okezone, Kamis (2/5/2019).

Sama halnya dengan Amarullah, yang mengaku kaget karena tarif yang tertera dinilai sangat mahal. "Syok saya lihat harga. Biasanya dari rumah di Depok City Rp9.000 ke Stasiun Depok Lama, tapi sekarang jadi Rp16.000," ujar karyawan swasta yang bekerja di kisaran Menteng, Jakarta Pusat.

Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019

Menurutnya, perubahan harga ini sangat terasa sekali di mana ongkos transportasi menjadi bengkak. Bahkan dia sudah berdiskusi dengan sang istri dan memutuskan untuk kembali menggunakan motor pribadinya. "Karena hitungnya, naik motor lebih murah dari pada ojol. Bensin Rp16 ribu bisa untuk 5 hari. Kalau naik ojol kan cuma sekali jalan. Kalau dihitung pulangnya jadi Rp32.000. Ini sangat mahal," tegas Bapak dua anak tersebut.

Tetapi berbeda dengan Nia dan Amarullah, penumpang ini mengaku pasrah tetap menggunakan ojol. Dia adalah Rafika Nurul Aini, seorang karyawan swasta yang tinggal di daerah Ciputat, Tangerang Selatan dan bekerja di bilangan Slipi, Jakarta Pusat. Dia mengaku pasrah membayar ongkos yang mahal.

"Daripada saya harus bawa mobil dan nyetir, jadi tidak ada pilihan," ujarnya.

Baca Juga: Tarif Ojek Online Naik, Begini Kata Grab dan GoJek

Tidak hanya para penumpang yang kaget, aturan baru ini membuat para mitra perusahaan ojol khawatir. Seperti yang diungkapkan oleh Asep Supriadi, yang merasa khawatir para penumpang akan beralih ke transportasi lain. "Kalalu begini caranya saya khawatir orang males naik ojol. Mereka bisa beralih ke kendaraan pribadi lagi," ujarnya lirih.

Begitu juga dengan Iriyanto. Dia menyarankan para penumpang menggunakan pembayaran digital, karena banyak promonya. "Tapinya biar udah dikasih promo penumpang komplen tetap mahal. Mau bagaimana lagi?" tutupnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini