Fakta Menarik The Fed 'Lawan' Perintah Donald Trump

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 03 20 2051104 fakta-menarik-the-fed-lawan-perintah-donald-trump-roLn1u3n1n.jpg The Fed (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA -Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25% hingga 2,5%. Keputusan bank sentral AS tidak berubah meskipun ada tekanan dari Presiden Donald Trump.

Okezone pun merangkum beberapa fakta-fakta terkait kebijakan The Fed yang tahan suku bunga acuannya, Senin (6/5/2019):

1. The Fed Masih Bersabar

The Federal Reserve menegaskan kembali bahwa bank sentral AS akan bersabar dalam penyesuaian tingkat suku bunga federal di masa depan sehubungan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan global dan tekanan inflasi yang diredam.

Untuk itu, Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25% hingga 2,5%.

2. Ancaman Resesi

Ekonomi Amerika Serikat (AS) di ambang resesi. Pemerintahan Donald Trump meminta agar bank sentral The Federal Reserve (Fed) segera melonggarkan kebijakan moneternya.

Baca Juga: Fed Abaikan Instruksi Trump untuk Turunkan Suku Bunga

Penasihat utama ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow ingin The Fed sesegera mungkin memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps).

"Saya menggemakan pandangan Presiden. Dia tidak malu untuk mengungkapkan pandangannya. Dia juga ingin The Fed berhenti mengurangi neraca keuangannya, dan saya setuju dengan pandangan itu,” ujarnya.

2. Perintah Donald Trump

Presiden Donald Trump meminta The Fed untuk menurunkan suku bunga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, Bank Sentral AS meremehkan upayanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: AS Terancam Resesi, The Fed Diminta Turunkan Suku Bunga

Trump beberapa kali mengkritik langkah The Fed karena membuat biaya pinjaman menjadi mahal dan pernyataan Kudlow menjadi yang pertama kalinya diungkapkan secara eksplisit.

3. The Fed Abaikan Perintah Trump

Federal Reserve AS cenderung akan mengabaikan tekanan Presiden Donald Trump untuk memangkas suku bunga, diperkirakan akan mempertahankan biaya pinjaman tidak berubah karena mempertahankan sikap kebijakan moneter "sabar" di tengah pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Tidak ada alasan yang jelas untuk menurunkan atau menaikkan suku bunga pada titik ini, fokus pada Rabu adalah tentang apakah penentu kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memberikan sinyal baru tentang kemungkinan rencana-rencananya, kata analis Cornerstone Macro, Roberto Perli.

4. Keputusan The Fed Melemahkan Pasar Saham AS

Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan 1 Mei 2019. Bursa saham AS melemah karena investor mencerna pernyataan terbaru Federal Reserve tentang kebijakan moneter.

Pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), Wall Street juga jatuhg. Hal ini memperpanjang kerugian setelah Bank Sentral AS mengurangi harapan untuk setiap penurunan suku bunga potensial dalam waktu dekat.

(fbn.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini