nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Lesu Imbas Tingginya Perseteruan AS-China

Jum'at 10 Mei 2019 07:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 10 278 2053832 wall-street-lesu-imbas-tingginya-perseteruan-as-china-4VPFFJ5QwN.png Foto: Reuters

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mencemaskan perkembangan dalam perdagangan global menyusul meningkatnya perselisihan antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 138,97 poin atau 0,54% menjadi 25.828,36 poin. Indeks S&P 500 berkurang 8,70 poin atau 0,30% menjadi 2.870,72 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup merosot 32,73 poin atau 0,41% menjadi 7.910,59 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama Indeks S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor material turun sekitar 0,8%, memimpin kerugian. Demikian seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

 Baca Juga: Cemas dengan Hasil Pertemuan AS-China, Wall Street Dibuka Turun

Mayoritas dari 30 saham unggulan atau blue-chips di Indeks Dow Jones memperpanjang kerugian mereka, dengan saham raksasa manufaktur AS 3M turun hampir 1,9%, berada di antara saham-saham yang berkinerja terburuk.

Saham Intel turun lebih dari 5,3%, setelah manajemen pabrikan chip AS itu memberikan prospek tiga tahun yang suram.

Perusahaan memperkirakan kisaran persentase pertumbuhan satu digit baik dalam pendapatan maupun laba per saham selama tiga tahun ke depan, karena melemahnya penjualan chip PC datar.

Sementara itu, saham Chevron naik lebih dari 3,1%, setelah raksasa energi AS itu memutuskan untuk tidak bersaing mengakuisisi Anadarko Petroleum, karena yang terakhir menunjukkan lebih tertarik pada saingannya Occidental Petroleum.

 Baca Juga: Wall Street Mixed, Investor Pantau Perundingan Dagang AS-China

Biro Sensus Amerika Serikat mengatakan, di sisi ekonomi, defisit perdagangan internasional AS dalam barang dan jasa naik menjadi USD50 miliar pada Maret, bertambah USD0,7 miliar dibandingkan dengan Februari. Kenaikan Maret mencerminkan peningkatan defisit barang dan penurunan surplus jasa-jasa.

Klaim pengangguran AS turun pada periode minggu lalu dan tingkat pengangguran sedikit berubah pada akhir April, kata Departemen Tenaga Kerja AS. Pada pekan yang berakhir 4 Mei, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran turun menjadi 228.000, sedikit lebih rendah 2.000 dari minggu sebelumnya.

Tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 1,2% untuk minggu yang berakhir 27 April, tidak berubah dari minggu sebelumnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini