Untuk diketahui, pada tahun ini Waskita Karya optimistis bisa memperoleh total kontrak senilai Rp116 triliun. Sebanyak Rp54 triliun adalah target kontrak baru dan selebihnya merupakan kontrak bawaan (carry over).
Melalui tender kontrak dan pengerjaan kontrak yang sudah didapat, Waskita Karya ingin mengejar pendapatan senilai Rp53 triliun. Dari target pendapatan itu, emiten berkode saham WSKT di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut menargetkan pertumbuhan laba bersih 15- 10% year on year (yoy).
Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah diputuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp990,7 miliar atau setara Rp72,9 per lembar saham. Nilai dividen yang dibagikan itu sebesar 25% dari laba bersih yang diperoleh WSKT pada tahun buku 2018, yakni senilai Rp4,6 triliun.
Laba bersih perseroan pada 2018 meningkat 9,9% dari tahun 2017 sebesar Rp4,2 triliun. Selain itu, WSKT mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 7,9% dari Rp45,2 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp48,7 triliun pada tahun 2018.
“Dengan semakin membaiknya kinerja perseroan dari wak tu ke waktu, menjadi bukti bahwa Waskita Karya sebagai agen pembangunan senantiasa memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder,” katanya.