nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jor-joran Bangun Tol, Belanja Modal Waskita Rp25 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 13:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 10 278 2053898 jor-joran-bangun-tol-belanja-modal-waskita-rp25-triliun-cbKIMzYVKq.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2019 sebesar Rp25,3 triliun atau naik 26,5% dari 2018.

Capex tersebut sebagian akan digunakan untuk ekspansi khususnya pembangunan jalan tol, properti, dan juga rencana perseroan masuk kesektor minyak dan gas (migas).

Direktur Utama Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra mengatakan, belanja modal tersebut nanti akan bersumber 30% dari kas internal dan 70% dari pendanaan eksternal seperti dari pinjaman bank atau penerbitan obligasi.

“Capex tahun ini untuk berinvestasi di sektor jalan tol sekitar 78,9%. Kemudian di migas sekitar 3,6%, properti 4%, energi 4,3%, dan sisanya 9% di kons truksi untuk pembelian alat-alat proyek,” kata Gusti di Jakarta, kemarin.

 Baca Juga: Fitch Ratings Turunkan Peringkat Waskita Karya Jadi Negatif

Untuk diketahui, pada tahun ini Waskita Karya optimistis bisa memperoleh total kontrak senilai Rp116 triliun. Sebanyak Rp54 triliun adalah target kontrak baru dan selebihnya merupakan kontrak bawaan (carry over).

Melalui tender kontrak dan pengerjaan kontrak yang sudah didapat, Waskita Karya ingin mengejar pendapatan senilai Rp53 triliun. Dari target pendapatan itu, emiten berkode saham WSKT di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut menargetkan pertumbuhan laba bersih 15- 10% year on year (yoy).

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah diputuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp990,7 miliar atau setara Rp72,9 per lembar saham. Nilai dividen yang dibagikan itu sebesar 25% dari laba bersih yang diperoleh WSKT pada tahun buku 2018, yakni senilai Rp4,6 triliun.

Laba bersih perseroan pada 2018 meningkat 9,9% dari tahun 2017 sebesar Rp4,2 triliun. Selain itu, WSKT mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 7,9% dari Rp45,2 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp48,7 triliun pada tahun 2018.

“Dengan semakin membaiknya kinerja perseroan dari wak tu ke waktu, menjadi bukti bahwa Waskita Karya sebagai agen pembangunan senantiasa memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder,” katanya.

 Baca Juga: Waskita Karya Raup Laba Bersih Rp4,6 Triliun pada 2018

Menurutnya, pada 2018 kinerja perseroan semakin membaik dan menerima pembayaran atas proyek dan dana talangan tanah sebesar Rp36,75 triliun.

Pembayaran proyek itu diterima atas pembayaran proyek Jalan Tol Batang-Semarang sebesar Rp5,75 triliun, proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp3,9 triliun, proyek Tol Pasuruan-Probolinggo sebesar Rp2,1 triliun, proyek Tol Salatiga-Kartasura sebesar Rp2 triliun, proyek Ruas Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (porsi VGF Tol Semarang-Batang) senilai Rp1,96 triliun, penerimaan pro yek lainnya sebesar Rp18,23 triliun, serta adanya pe ngembalian dana talangan tanah sebesar Rp2,8 triliun.

Bersamaan dengan produktivitas perusahaan karena sepanjang tahun lalu WSKT telah menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur, seperti proyek LRT Sumatera Selatan, proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta, Bendungan Raknamo Nusa Tenggara Timur, proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3 dan 4.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini