nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Kota Ditargetkan Pindah 2024

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 15:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 13 470 2055075 ibu-kota-ditargetkan-pindah-2024-l3rFEUkWUC.jpg Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Foto: Setkab)

JAKARTA - Pemerintah menargetkan pada tahun 2024 nanti ibu kota bisa dipindahkan menuju kota baru. Oleh karena itu, pemindahan ibu kota ini akan dimasukkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasionak (PPN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, mengenai teknis pemindahannya nantinya masih akan dikaji. Artinya apakah nanti akan dipindahkan secara langsung atau secara bertahap.

"Paling tidak 2024 sudah ada aktivitas pemindahan apakah seluruhnya atau sebagian," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor Kepala Staff Presiden (KSP), Jakarta, Senin (13/5/2019).

 Baca Juga: Maksimal Dihuni 1,5 Juta Orang, Lokasi Ibu Kota Baru Ditetapkan Tahun Ini

Menurut Bambang, jika nantinya dilakukan secara langsung, pemerintah akan mencontek cara dari Malayasia. Malaysia sendiri telah memindahkan ibu kotanya dari Kualalumpur menuju Putrajaya.

Sedangkan jika dilakukan secara bertahap, Indonesia akan mengikuti Korea Selatan. Korea Selatan sendiri saat ini tengah melakukan pemindahan ibu kota dari Seoul menuju Sejon.

"Ada berbagai cara ada yang pindahnya sekaligus kayak di Putrajaya atau bertahap seperti di Sejong. Korea Selatan itu sebagian Kementeriannya sudah ada yang di Sejong, sebagian lagi ada yang masih di Seoul. Ada berbagai cara. Ada yang pindahnya sekaligus kayak di Putrajaya atau bertahap seperti Sejong," ucapnya.

Mengenai timeline waktunya lanjut Bambang, nantinya penetapan lokasi akan dilakukan pada tahun ini. Setelah ditetapkan lokasinya, pada 2020 mendatang pemerintah mulai menyiapkan tanahnya sekaligus dibangun infrastruktur dasar.

 Baca Juga: Persiapan Pembangunan Ibu Kota Baru Dimulai 2020

Setelah itu, pada 2022-2024 pemerintah melanjutkan menuju pembangunan konstruksi secara real. Menurut Bambang, pembangunan ini sendiri dirasa bisa dikejar dalam waktu tiga tahun.

Sebab menurutnya, pembangunan tidak hanya melibatkan pemerintah saja. Melainka juga pihak swasta dan juga Badan usaha Milik Negara (BUMN) oleh karenanya pembangunannya bisa dilakukan dengan cepat.

"2022-2024 ini konstruksi secara real kita sudah masuk pusat pemerintahan pusat. kawasan pendukungnya, kemudian juga kebutuhan," kata Bambang,

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini